Tradisi Ritual Samman dalam Masyarakat Madura

Sedangkan makna posisi tubuh yang dihentakkan ke bawah atau gerakan horizontal merupakan kebalikan posisi tubuh yang bergerak vertikal, yaitu manusia memiliki serangkaian tanggung jawab ketika hidup di muka Bumi. Tanggung jawab yang dimaksud adalah tanggung jawab keluarga, tanggung sosial, dan tanggung jawab lainnya yang harus ditunaikan.

Di samping itu, terdapat juga gerakan tarian mistik lain, yaitu tangan dan kaki peserta samman digerakkan secara serempak, teratur, dan berirama dengan cara diayun dan digerakkan bersama-sama. Posisi seperti ini memberikan suatu pemahaman bahwa dalam ritual samman diajarkan tentang perlunya menjalani kehidupan dengan saling menghargai dan menghormati sesamanya, hidup rukun, bergotong royong dan saling bekerja sama. Gerakan tarian lainnya adalah pergerakan kaki selalu membentuk posisi menyilang seperti huruf lam-alif dalam tulisan Bahasa Arab. Kaki kanan dihentakkan ke depan dan kaki kiri dihentakkan ke belakang dengan selalu bergerak dengan cara bergeser ke samping kanan. Simbol gerakan tarian seperti itu memiliki makna perlindungan, pertahanan dan keselamatan tubuh. Dengan kata lain gerakan itu bersifat tolak balak (penangkal kejahatan) yang menyerang dirinya, baik dari serangan makhluk halus maupun gangguan orang jahat. Menurut mereka, huruf lam-alif apabila sudah dipahami dan dihayati secara mendalam, sehingga dalam tubuhnya seakan mengandung lam-alif, maka ia akan menjadi tameng bagi tubuh supaya selamat dari ancaman apapun.

Sebagai kunci keselamatan, ia terdapat dua pilihan, yaitu baik dan buruk. Apabila perbuatan itu mengarah pada sesuatu yang baik, maka jelas perbuatan tersebut harus dikerjakan. Tetapi, sebaliknya apabila perbuatan itu mengarah pada sesuatu yang salah dan tidak baik, maka harus ditinggalkan. Semuanya disimbolkan dengan kaki kanan yang diletakkan di depan sebagai simbol kebaikan, dan kaki kiri diletakkan di belakang sebagai simbol keburukan. Apabila sudah benar dan baik maka harus dikerjakan seperti yang disimbolkan dengan gerakan bergeser ke kanan.

Dipetik dari tulisan berjudul: Dimensi Epistemologis Tradisi Ritual Samman Dalam Masyarakat Madura (Telaah dalam Perspektif Epistemologi ‘Abd al-Jabbar), Ainurrahman Hidayat, KARSA, Jurnal Budaya dan Sosial Keislaman, STAIN Pemekasan, Vol. XII No. 2 Oktober 2007

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.