▲ Menuju 🏛 HomeTradisi MaduraUpacara Adat Pangantan Benusan di Sumenep

Upacara Adat Pangantan Benusan di Sumenep

Syaf Anton Wr

pangantan-banusanDisalah satu desa, namanya Karangbudi yang terletak di  kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep, tepatnya sekitar 8 km kearah timur daya dari kota Sumenep, ada kampung oleh masyarakat setempat di sebut kampung Benusan.

Kata Benusan sendiri menuru  cerita konon disana pernah terjadi peperangan antara antara Pangeran Lor dengan Prajurit Bali. Peperangan itu terjadi  disebelah  selatan kampung Benusan atau posisinya di tengah-tengah persawahan. Ditempat tersebut ada bidang tannah yang agak tinggi yang oleh masyarakat setempat disebut tenggina , atau tempat yang tinggi.

Dsalam peperangan tersebut tentu mengakibatkan kedua belak pihak ada yang luka atau kalah (tato). Nah, para prajurit yang tato diusung dengan menggunakan bendusa (bendosa/ alat pemikul jenazah dari kayu) yang kerap diucapkan oleh  orang Bali. Tapi ternyata ucapan tersebut (barangkali) salah dengar yang diterima oleh masyarakat sekitar, akhirnya kata bendosa diucap menjadi bennosa, yang selanjurnya menjadi Benusan. Kata Benusan itulah akhirnya melegenda dan dijadikan nama kampung tempat peperangan itu terjadi, yaitu Kampung Benusan.

Konon sebelum Pangeran Lor jadi adipati, seorang  adipati bernama Arya Wirya Wigananda bertahta di  Gapura, nsmun  tidak seberapa lama lalu meninggalkan wilayah kekuasaannya itu dan meninggalkan  parajuti-prajuritnya. Dan pada akhirnya para prajurit tersebut menetap dan banyak bedomisili di Desa Karangbudi dan Braji

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.