Disayangkan Museum Mandilaras Tak Terawat

museum-mandilaras
Tampak depan gedung museum Mandilaras

Lontar Madura, Pengelolaan museum Pamekasan belum berjalan maksimal. Buktinya, meski lokasi pusat cagar budaya itu berada di jantung kota, namun minat masyarakat untuk mengunjungi museum tersebut sangat minim. Bahkan di musim libur sekolah, museum yang berada di sisi utara taman Arek Lancor itu pun sepi pengunjung.

Tidak maksimalnya pengelolaan pusat sejarah itu mendapat sorotan dari masyarakat. Tokoh muda Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan Hasan menilai, sebenarnya jika dikelola dengan baik, museum bisa memiliki nilai jual.

Apalagi Pamekasan merupakan salah satu daerah yang sangat potensial untuk dijadikan daerah tujuan wisata. Banyak pihak sangat prihatin melihat museum Pamekasan. Selain kurang diminati warga, dari sisi bangunan juga tidak mencerminkan jika itu museum.

“Dalam bentuknya saja bangun museum terurus,” kata Hasan salah seorang pengunjung museum beberapa  waktu lalu. Oleh karenanya, ia berharap ke depan Pemkab Pamekasan lebih maksimal mengelola museum. Apalagi melalui museum tersebut, masyarakat bisa mempelajari sejarah peradaban Pamekasan, kekayaan seni budaya serta warisan nenek moyang.

”Pemerintah tidak boleh tidur. Museum itu harus dipoles secantik mungkin, seperti museum di Jogjakarta. Pemerintah harus memiliki terobosan baru untuk mengembangkan museum. Jangan hanya sekadar memperbaiki atap yang rusak, itu kan pekerjaan tukang bangunan,” imbuhnya.

[junkie-alert style=”red”] Dinamakan Mandilaras, terkait dengan nilai kesejarahan keraton Mandilaras yang merupakan cikal bakal berdirinya Kabupaten Pamekasan pada abad ke 16, yaitu ketika Panembahan Ronggosukowati mulai memindahkan pusat pemerintahan dari Kraton Labangan Daja ke Kraton Mandilaras. [/junkie-alert]

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud) Pamekasan Mohammad mengaku bahwa promosi museum memang maksimal. Jangankan masyarakat luar daerah, masyarakat lokal di lingkungan Pemkab Pamekasan pun belum tahu isi museum.

Namun demikian, pihaknya berjanji akan segera mencari jalan keluar agar museum bisa diminati warga. ”Makanya dalam waktu dekat ini, kami akan memvisualisasikan seluruh isi museum ke sekolah-sekolah maupun di museum sendiri.

Artinya, ada pembinaan dan pendidikan yang dimulai sejak dini untuk mengenal sejarah yang ada di Pamekasan,” papar Mohammad. Bangunan museum yang bagus, lanjut Mohammad, tidak cukup hanya dengan bangunan yang ada saat ini.

Pihaknya menyebut, lokasi museum saat ini kurang representatif. Meski berada di jantung kota, tapi sulit untuk dikembangkan karena lahan yang tersedia sangat terbatas. ”Karena itu, kami juga berharap kepada pemkab agar segera mencarikan lahan untuk kegiatan seni dan budaya, supaya warga lebih mengenal budayanya sendiri,” paparnya. (radarmadura)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.