Legitimasi Subyektif Pemuka Agama Masyarakat Kangean

Tabel perbedaan Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah dan Persis nenurut Orang Kangean

Temuan ini mengoreksi pendapat Peacock yang melekatkan usaha purifikasi hanya kepada Muhammadiyah (Peacock 1978), seharusnya juga kepada NU. Keberadaan NU sejak kelahirannya berusaha menegakkan akidah dengan strategi model nahdiyyin.

Setiap organisasi keagamaan di Pulau Kangean mempunyai karakteristik tersendiri sebagai hasil konstruksi masyarakat, sebagaimana dapat dilihat pada tabel 1.

Perbedaan itu tidak selalu bersifat trikotomis melainkan sering antarketiganya terjadi negosiasi dan saling mempraktikkan terutama dalam masalah kematian dan perkawinan. Perbedaan konstruksi itu hadir ketika ada suksesi kepemimpinan kepala desa (ceplo’an kalebun), penentuan kepala sekolah dasar dan guru yang akan dimutasi serta jabatan-jabatan birokrasi di tingkat kecamatan. Perbedaan ketiga organisasi keagamaan di atas nampak antara NU dan MD-Persis, sedangkan MD dan Persis Nampak tidak ada perbedaan. Perbedaan antara MD dan Persis hanya terletak pada metode dakwah.

Dalam prakteknya gerakan dakwah Persis yang ‘murni’ oleh masyarakat diidentikkan dengan MD sehingga dalam beberapa kasus terkena stigma sosial. Kasus pembakaran pintu gerbang keramat di pemukiman di atas bukit di Torjek, pembakaran situs-situs yang dipercaya masyarakat yang cenderung menimbulkan syirik yang dilakukan oleh anggota Persis sempat mengganggu hubungan antarkedua organisasi itu.

Soetjipto menjelaskan perbedaan itu secara simbolik dengan mengacu pada proses menyelip beras, yaitu:

NO eompamaagi ngala’berras molae sarkosarra,togel duwa’na, maloko’na, bu’bu’na, sekkemma e kala’ kabbi. Mohammdiye ngala’ sakabiyenna coma sekkemma se ta’ ekala’. Persis gun ngala’ berrasna se bungkol ’.

(Artinya, yaitu NU itu mengambil beras yang utuh, belah duanya, beras kecil-kecil, sarinya, kulitnya semuanya diambil. Muhammadiyah mengambil semuanya kecuali kulitnya. Persis hanya mengambil berasnya yang utuh saja).

Tulisan bersambung:

  1. Tradisi, Ritual dan Keyakinan Beragama Masyarakat Kangean
  2. Perbedaan kebudayaan Kangean dengan Madura
  3. Respon Keyakinan Keagamaan Orang Kangean
  4. Legitimasi Subyektif  Pemuka Agama Masyarakat  Kangean
  5. Interaksi Islam Kangean dan Kebudayaan Pendatang

 (Judul asli: “Islam Kangean”;  sumber   : http://www.fisip.ui.ac.id/,

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.