Budaya Lokal Madura, Usaha Pelestarian dan Pengembangannya

Seni teater tradisional yang dimiliki suku bangsa Madura menunjukkan betapa tinggi nilai budaya yang dimiliki oleh suku bangsa ini. Nilai-nilai adiluhur yang berlandas kan nilai keagamaan, seharusnya diperkenalkan kembali kepada generasi penerus sebagai pemilik sah atau pewaris budaya. Apalagi regenerasi serta pelestarian dikemas dalam bentuk yang luwes dan fleksibel sesuai dengan perkembangan yang ada. Sebagaimana wali songo menjadikan media kesenian sebagai sarana dakwah tanpa kehilangan nilai-nilai filosofi serta jati diri.

Maka dengan demikian, pihak Pemerintah Daerah, masyarakat dan khususnya generasi muda pelajar saat ini haruss menjadi tonggak sebagai pelestari budaya daerah Madura, agar budaya yang telah ada tidak hilang atau punah dan akan terus menjadi kebanggaan bangsa. Namun budaya itu juga harus sesuai dan tidak lepas dari norma atau aturan agama Islam, sehingga tidak termasuk budaya yang tidak diperbolehkan dan haram menurut agama. Sekian dan Terima kasih.

Judul asli:  Kajian Pada Kebudayaan Madura Sebagai Bentuk Usaha Pelestarian Budaya Lokal Khususnya di Madura

Sumber: http://bagianjawatimur.blogspot.com/

 

Responses (3)

  1. Ass wr wb. Usul: jika puisi (bahasa Indonesia), geguritan (jawa), ……………. (minang), ………. (madura), ………… (bali) dan lain-lain puisi di seluruh ato sebagian besar suku bangsa NKRI ditampilkan di suatu kota diiringi dengan musik tradisional masing-masing alangkah kaya dan bermaknanya bhineka seni Indonesia kita. bagaimana jika kita mulai sehingga Malang, Badung, Padang, Sumenep, Ngayogyokarto, Betawi, Manokwari, Lombok, Larantuka, Tomohon, Kabanjahe, Banjarbaru, dan semuanya suku bangsa bisa merasakan Indonesia dalam puisi daerahnya…. mhn tanggapan
    Wass
    salam satu jiwa. Aremania

    1. Suatu gagasan yang menarik, namun kerap penyair daerah dihadapkan oleh persoalan komunikasi antar daerah. Untuk internal sastra derah saja – sebut: Madura – , dalam pelestarian dan pengembangan bahasa dan sastra Madura juga dihadapkan oleh persoalan yaitu kurang mendapat perhatian serius oleh Pemerintah setempat, sehingga bahasa dan sastra Madura mengalami stagnasi, baik dalam apresiasi maupun dalam eksplorasi. Hal ini juga dikeluhkan oleh pengambangan sastra lokal di daerah yang lain. Namun demikian dalam ekspresi kami mencoba memperkenalkan lewat Okara Sastra Madura, http://okaramadura.blogspot.com – itupun atas inisiatif peribadi -.
      Selanjutnya mari kita berfikir lebih arif dalam memahami dan mengapresiasi kesastraan daerah. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.