Budaya Lokal Madura, Usaha Pelestarian dan Pengembangannya

Batuputih terdapat ritus rokat dangdang, rokat somor, rokat bhuju, rokat thekos jagung. Di Pasongsongan terdapat sandhur lorho’. Di Guluk-guluk terdapat sandhuran duruding, yang dilaksanakan ketika panen jagung dan tembakau, berupa nyanyian laki-laki atau perempuan atau keduanya sekaligus tanpa iringan musik. Musik langsung dimainkan oleh peserta dengan cara menirukan bunyi dari berbagai alat musik. Di lingkungan masyarakat tradisional yang masih mempercayai ritual sandhur panthel yang diguna kan sebagai media penghubung dengan sang pencipta. Namun ritual ini sebenarnya bertentangan dengan agama Islam dan tidak pula diajarkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, jadi ini merupa kan suatu bid’ah dan haram hukumnya jika dilaksanakan.

Berbagai bentuk kesenian adalah aset kekayaan budaya lokal yang akan mampu melindungi anak bangsa dari berbagai hantaman budaya global. Pengaruh budaya global memang saat ini demikian gencarnya, mengalir dari berbagai pintu media massa, sehingga menyebabkan generasi muda kehilangan jati dirinya. Kekayaan seni budaya yang dimiliki oleh suku bangsa di Indonesia lambat laun akan punah, hal itu disebabkan oleh ketidakacuhan dari berbagai unsur, baik pihak pemerintah daerah, instansi pemerintah, tokoh formal maupun informal, masyarakat ataupun kaum generasi muda. Namun yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini, apakah budaya itu pantas atau sesuai dengan ajaran agama Islam…!?? Jika tidak sesuai, maka budaya itu tidaklah wajib dilestarikan.

Keempat, seni pertunjukan berupa kerapan sapi dan topeng dalang. Perlombaan memacu sapi pertama kali diperkenalkan pada abad ke 15 (1561 M) pada masa pemerintahan Pangeran Katandur di keraton Sumenep. Permainan dan perlombaan ini tidak jauh dari kaitannya dengan kegiatan sehari-hari para petani, dalam arti permainan ini mem berikan motivasi kepada kewajiban petani terhadap sawah ladangnya dan disamping itu agar petani meningkatkan produksi ternak sapinya.

Namun, perlombaan kerapan sapi kini tidak seperti dulu lagi dan telah disalahgunakan sehingga lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Masalahnya banyak di antara para pemain dan penonton yang melupakan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT, yakni mereka tidak lagi mendirikan shalat (Lupa Tuhan, ingat sapi). Kerapan sapi memang telah menjadi identitas, trade mark dan simbol keperkasaan dan kekayaan aset Kebudayaan Madura. Di sektor pariwisata, kerapan sapi mempakan pemasok utama Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD), karena dari sektor ini para wisatawan mancanegara maupun domestik datang ke Madura untuk menyaksikan kerapan sapi.

Responses (3)

  1. Ass wr wb. Usul: jika puisi (bahasa Indonesia), geguritan (jawa), ……………. (minang), ………. (madura), ………… (bali) dan lain-lain puisi di seluruh ato sebagian besar suku bangsa NKRI ditampilkan di suatu kota diiringi dengan musik tradisional masing-masing alangkah kaya dan bermaknanya bhineka seni Indonesia kita. bagaimana jika kita mulai sehingga Malang, Badung, Padang, Sumenep, Ngayogyokarto, Betawi, Manokwari, Lombok, Larantuka, Tomohon, Kabanjahe, Banjarbaru, dan semuanya suku bangsa bisa merasakan Indonesia dalam puisi daerahnya…. mhn tanggapan
    Wass
    salam satu jiwa. Aremania

    1. Suatu gagasan yang menarik, namun kerap penyair daerah dihadapkan oleh persoalan komunikasi antar daerah. Untuk internal sastra derah saja – sebut: Madura – , dalam pelestarian dan pengembangan bahasa dan sastra Madura juga dihadapkan oleh persoalan yaitu kurang mendapat perhatian serius oleh Pemerintah setempat, sehingga bahasa dan sastra Madura mengalami stagnasi, baik dalam apresiasi maupun dalam eksplorasi. Hal ini juga dikeluhkan oleh pengambangan sastra lokal di daerah yang lain. Namun demikian dalam ekspresi kami mencoba memperkenalkan lewat Okara Sastra Madura, http://okaramadura.blogspot.com – itupun atas inisiatif peribadi -.
      Selanjutnya mari kita berfikir lebih arif dalam memahami dan mengapresiasi kesastraan daerah. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.