Mata Pencaharian Penduduk Masyarakat Madura

tanaman jagung menjadi andalah pertanian di Madura (jaman dulu)

Penduduk yang menghuni wilayah yang kurang subur, menitikberatkan mata pencaharian mereka pada kehidupan laut sebagai nelayan. Karenanya, orang Madura dikenal sebagai pelaut yang tangguh. Ketika arus pelayaran/perdagangan mulai ramai di Nusantara, pelaut-pelaut Madura menunjukkan kepiawaiannya. Mereka memiliki peranan penting dalam arus perdagangan itu sebagai pedagang di tempat perantauan. Pekerjaan sebagai pelaut, mengakibatkan mereka sering kali berhadapan dengan ombak dan badai, sehingga dalam perkembangan fisiknya orang Madura (Sumenep) memiliki otot lebih kekar dan berwatak lebih keras dalam menghadapi hidup yang penuh dengan tantangan.

Di tanah yang subur mereka bercocok tanam dengan sistem pengairan yang sederhana. Perkembangan mi sejalan dengan peningkatan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam memilih cultivars dengan jenis tanaman budi daya.  Pengetahuan mereka tentang musim dan iklim semakin berkembang, bahwa bila bintang waluku muncul di langit, pada saat itulah waktu terbaik untuk mulai bercocok tanam. Penguasaan mereka terhadap ilmu perbintangan juga semakin maju. Mereka memfaatkannya untuk menentukan arah angin dalam mengarungi lautan, baik untuk menangkap ikan atau untuk keperluan lainnya.

Miskinnya sumber daya alam Madura yang dapat diolah untuk diperdagangkan merupakan faktor penentu perkembangan arah sejarah penghuni pulau itu selanjutnya. Kondisi alam lingkungan yang kurang menguntungkan bagi suku bangsa Madura mendorong timbulnya jiwa petualangan yang sangat sesuai sebagai pelaut, perantau, pedagang ataupun pekerja yang ulet.

Tulisan berkelanjutan:

  1. Awal Kedatangan Leluhur di Tanah Madura
  2. Budaya Pertanian Masyarakat Madura
  3. Mata Pencaharian Penduduk Masyarakat Madura
  4. Agama dan Kepercayaan Orang Madura
  5. Perkembangan Bidang Pemerintahan di Madura
  6. Pola Pemukiman Penduduk Masyarakat Madura
  7. Mencari Asal Kata dan Arti Sumenep

Perahu-perahu yang dipergunakan pelaut berukuran kecil, sehingga pelayaran yang dilakukan pelaut Madura sangat dipengaruhi oleh musim dan arah angin. Lambat laun tata niaga itu semakin berkembang, hubungan perdagangan semakin lancar dengan adanya alat transportasi yang memadai serta didukung pula oleh kegigihan para pelaut (pedagang) Madura. Pengaruh di kegiatan perdagangan berdampak luas terhadap polaperkembangan kebudayaan sukubangsa di Nusantara pada umumnya, dan khususnya di Sumenep. (Lontar Madura)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *