Nilai Kesopanan dan Kehormatan Bagi Orang Madura

0leh Nor Hasan

Kesopanan

Ada dua hal yang selalu dijaga dan diperhatikan oleh orang Madura, yaitu watak dan sifat. Orang Madura sendiri membedakan antara watak dan sifat seseorang. Sifat (sepat) merupakan dasar watak yang dibawa sejak lahir, sehingga ia menjadi ciri khas seseorang yang dapat membedakan dirinya dengan orang lain. Ia tidak terlalu dipengaruhi oleh adat atau tatakrama.

Sedangkan watak (bhabhateg) diperkirakan sebagai sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran, tingkah laku, budi pekerti, dan tabiat. Hal ini sering disebut dengan kepribadian atau karakter. Ini banyak dipengaruhi oleh adat, aturan, dan tatakrama setempat. Kedua hal tersebut (sifat dan watak) selalu membentuk gaya seseorang dan mempengaruhi caranya beradat istiadat. Ada ungkapan menarik bagi orang Madura mon babhateg masok ka oteg ta’ kenning teg-oteg, ngalendhi (jika watak sudah mengakar di otak, tidak bisa diubah oleh apapun dan oleh siapapun).

Kesopanan merupakan salah satu adat atau tradisi yang penting bagi orang Madura. Kesopanan itu berkaitan dengan pemenuhan aturan yang sudah menjadi adat kebiasaan yang meliputi hubungan antar generasi, pangkat, jenis kelamin, baik secara sosial maupun pribadi. Mereka yang melanggar aturan ini akan mendapatkan cemoohan dan mereka akan diklaim sebagai ta’ tao battonna langghar, yakni orang yang tak pernah masuk langgar dan mengaji, sehingga ia tidak tahu tatakrama kesopanan.

Kesopanan ini sering diajarkan oleh seorang bapak sebagai kepala keluarga di setiap saat terutama ketika menjelang istirahat malam sebelum anak-anak mereka tidur, biasanya melalui cerita-cerita sebagai pengantar tidur sang anak dan yang terpenting melalui contoh langsung dari sang Bapak (uswatun hasanah). Nasehat yang sering diungkapkan oleh bapak kepada anaknya antara lain bagaimana seharusnya sang anak bisa “ajagha aeng e dalem genthong”, yakni keharusan menjaga adat kesopanan dan norma-norma, serta tidak melakukan hal-hal yang berlawanan dengan adat supaya tidak mencemarkan nama baik keluarga.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.