Di dalam pergaulan hidup maupun perhubungan sosial sehari-hari, etnik Madura selalu berbahasa Madura bukan berbahasa Jawa. Dalam penelitian dari lima bahasa yakni Madura, Lampung, Bali, Bugis, Kayan, dan Kisa
Lontar Madura
Tulisan Tebaru
Marlena; Awal Datangnya Sepi
Sejak Marlena diberi harapan oleh ayah angkatnya itu, sisa-sisa waktunya dimanfaatkan sepenuhnya untuk lebih konsentrasi dalam sekolah. Ia ternyata berambisi untuk berebut peringkat tertinggi hasil ujian nanti
Warisan Zaman: Kutorenon hingga Makam Raden Kanduruan
Komunitas Oreng Manduro merupakan komunitas yang kesehariannya berbahasa Madura dan Jawa. Komunitas Oreng Manduro hidup secara berkelompok dalam empat dusun dalam satu desa, yaitu Desa Manduro.
Madura Barat Masa Pra-Islam
Tentang keberadaan komunitas dua agama di Madura Barat itu bisa memastikan pengaruh Majapahit pada abad ke 14 yang begitu kental mewarnai aspek religi masyarakat di sana. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa sebelum berdirinya Majapahit
Para Penerus Joko Tole
Banyak Wedi yang kemudian diangkat sebagai penguasa Gresik sampai ke Sumenep. Awalnya, Arya Banya Modang dikawinkan dengan putri Patih Jayasenga¹4, saudari Banyak Modang dinikahkan dengan Arya Wigananda, dengan ini Sumenep-Gresik terikat hubungan politik serta ekonomi yang erat.
Marlena; Menyongsong Masa Depan
Marlena sebagai figur wanita yang diagungkan, ternyata tak lebih dari wajah-wajah yang bersembunyi di balik topeng bergurat halus dan licin
Joko Tole sebagai Arya Kuda Panoleh dan Pangeran Saccadiningrat II
Keberadaan Joko Tole bukan hanya memberikan kebahagiaan saja, Joko Tole dikisahkan mempunyai tumbuh kembang fisik melebihi anak seusianya selain dari parasnya yang tampan
Keraton Sumenep sebagai Kekuatan Politik Madura Pra-Islam
Dampak nyata dari kepindahan Arya Wiraraja ialah kemunduran bagi Sumenep di Madura. Eksistensi Kerajaan Lamajang Tigang Juru memang tidak berlangsung lama karena setelah wafatnya Arya Wiraraja pada 1316, kerajaan ini dianeksasi oleh Majapahit setelah munculnya fitnah pemberontakan Nambi
Marlena; Senja yang Berarti
Marlena terdiam. Pikirannya mereka-reka setuju atau tidaknya tawaran Pak Jamil. Penawaran itu sebenarnya merupakan kesempatan yang baik bagi Marlena. Seandainya bukan Pak Jamil yang menawarinya, mungkin alternatif itu akan terjawab saat itu juga.
