▲ Menuju 🏛 HomeBudaya MaduraOrang Madura Panen Tembakau dan Tutup Kepala

Orang Madura Panen Tembakau dan Tutup Kepala

Oleh Edi AH Iyubenu

Madura Negeri dan Swasta

Untuk Sampeyan ketahui saja, ada dua kategori orang Madura: Madura Negeri dan Madura Swasta.

Madura Negeri adalah orang Madura yang menetap di Pulau Madura. Dan Madura Swasta, orang Madura yang tinggal di luar Pulau Madura meski sehari-harinya berbahasa Madura. Uniknya, semua Madura Swasta selalu berhasrat untuk pulang ke pulau Madura suatu kelak dalam hidupnya. Ya, pulang ke rahim ibunya, ke status negeri.

Carilah keliling dunia, ndak pernah ada suku yang mengenal istilah negeri dan swasta seperti orang Madura.

Tutuplah Kepalamu

Penutup kepala (peci atau jilbab) merupakan salah satu simbol kesantunan dan relijiusitas di Madura.

Sampeyan ndak usah heran bila menjumpai lelaki Madura yang bercelana pendek, tetapi berpeci. Sampeyan juga ndak perlu merasa aneh bila melihat wanita Madura memakai kaos pendek tetapi berjilbab. Justru Sampeyan akan cenderung dinilai kurang beradab bila tidak berpeci atau berjilbab, walaupun mengenakan pakaian lengkap.

Saran saya, Sampeyan ndak usah mengaitkan fenomena ini dengan masalah syar’i atau apa sajalah yang ndakik-ndakik. Sebab ini Madura, bukan Saudi Arabia.

Panen Tembakau

Salah satu andalan ekonomi orang Madura ialah tembakau. Bila panen tembakau bagus, harganya pun bagus, seketika orang Madura menjadi kaya raya. Boleh saja saat menanam mereka menjual kalung, motor, bahkan kulkas, tetapi setelah panen, mereka dengan mudah mengembalikan semuanya.

Saking lubernya duit kala panen tembakau, orang Madura royal sekali berbelanja. Mereka ndak peduli merek dan harga. Yang mereka inginkan hanyalah “yang mahal”. Lha, banyak duit kok! Pengin beli kulkas, masuk ke toko elektronik, “Saya mau beli kulkas yang paling mahal.”

Si penjaga toko sudah tahu bahwa pembelinya adalah petani tembakau yang lagi banyak duit. Ia pun tahu bahwa sebenarnya di rumah pembelinya itu belum dijangkau aliran listrik.

Lalu kulkasnya buat apa? Wah, Sampeyan ini terlalu Aristotelian. Orang Madura nyantai aja beli kulkas bukan untuk ngademin air minum, tapi untuk lemari baju!

Kalau sedang di ladang tembakau, minumannya Sprite yang botol kaca. Cara minumnya bukan dengan membuka tutup botol, tapi langsung ditebas ujung botolnya pakai celurit, lalu diminum. Usai minum, ya dibuang botolnya.

Banyak duit, kok. Apalah arti botol Sprite?

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.