Mokka’ Blâbâr, Tradisi Sebelum Acara Perkawinan

mokka’blâbâr

Tradisi Mokka’ Blâbâr merupakan simbol bagi kedua mempelai bahwa berumah tangga itu sulit dan mempunyai tanggung jawab yang tinggi. Jika tidak mampu menembus berbagai rintangan, maka besar kemungkinan rumah tangga akan cepat goyah

Prosesi tradisi Mokka’ Blâbâr sekarang ini memang jarang dilakukan karena dianggap tidak praktis dan tidak relevan lagi pada jaman sekarang. Bahkan sekarang ini, masyarakat yang menggelar tradisi ini masih ada, tapi tidak seutuhnya digunakan, hal itu dikarenakan akan memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit, jadi hanya 20 persen dari keseluruhan susunan prosesi yang dikurangi oleh masyarakat.

Mokka’’ Blâbâr ini sudah menjadi tradisi turun temurun di Sampang, yang secara simbolik menunjukan perjuangan mempelai pria untuk dapat meminang wanita idamannya tidaklah mudah, sebab dalam sepuluh tirai yang harus di lalui itu masing-masing tirai ada sesuatu pertayaan yang harus di jawab oleh rombongan mempelai pria, kalau tidak bisa menjawab bisa mengagalkan pernikahan itu

Nilai filosofis yang paling mendasar ialah upaya serius lagi pengantin laki-laki untuk bisa hidup bersama dan menyingkirkan semua bentuk hambatan kehidupan dalam rumah tangga

Yang menarik dalam tradisi pengantin mukkak glabar di Madura ini ialah pembacaan ikrar secara bergantian antara pengantin laki-laki dan perempuan untuk saling menerima atas kekurangan keduanya, hingga kehidupa kelak di akhirat. Tampak sekali pesan moral agama di tradisi mukkak glabar ini yang diucapkan kedua pasangan pengantin dan ikrar yang mereka ucapkan disaksikan orang banyak. (LM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.