Masa depan Madura Bergantung Pemuda Madura

Anak-anak nelayan Madura ikut menyambut kedatangan nelayan di pantai

Oleh  Mien A. Rifai

 

Amat disayangkan bahwa kegiatan program pembangunan berencana yang dilaksanakan beberapa dasawarsa terakhir belum berhasil memasukkan pengaruh kemajuan ilmu dan teknologi dalam kehidupan masyarakat sehari-harinya secara besar-besaran, terprogram, dan terencana.

Sekalipun demikian dari pemaparan secuplikan contoh state-of-the-art budaya dan peradaban Madura sekarang ini terlihat bahwa eksistensi keluaran, akibatan, dan dampak produk beraura kemaduraan sebagai pengejawantahan kegiatan manusia Madura masa kini merupakan kenyataan tak terbantahkan. Bahwa semuanya akan berdikotomi menjadi luas berterima atau ditolak oleh ingkungannya, merupakan konsekuensi logis dari kedemokrasian kehidupan masyarakat sekarang.

Masa depan kesemuanya akan sangat bergantung pada sikap dan tanggapan memuda Madura sebagai generasi pewaris dan penerus––atau dengan perkataan lain perawat––nilai-nilai budaya yang pernah dianggap luhur oleh pendahulun

ya . . ..

Baca juga: Pandangan Hidup Orang Madura

 Pustaka Acuan

 Amin JJA, Rifai MA, Purnomohadi N & Faisal B 2016. Mengenal Arsitekstur Lansekap Nusantara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 859pp.

Handayani L & Sukimo S 2000. Pemanfaatan jamu rapat dan keputihan serta tradisi yang menyertainya pada masyarakat Madura. Dalam Purwanto Y & Waluyo EB (penyunting) Prosiding Seminar Nasional Etnobotani III. Bogor: Puslitbang Biologi–LIPI & Yayasan KEHATI pp 344–350.

Kiliaan HN. 1904 – 1905. Madoereesch – Nederlandsch Woordenboek. I – II. Leiden: E.J.Brill.

Paisooksantivatana Y 1996. Eleocharis dulcis (Burm.f) Trinius ex Henschel. Dalam M.Flach & F.Rumawas (editor). Plant Reources of South-East Asia 9: Plants Yielding Non-seed Carbohydrates. Bogor: PROSEA

Poerwadarminta WJS 1966. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Redaksi KERIS 2012. Memandang lebih dalam keris Madura sepuh. Pusaka Keris 28: 6 – 23.

Rifai MA 2012. Memadurakan memuda Madura menjadi manusia idaman abad XXI. Makalah dalam  Kongres  Kebudayaan  Madura II, Sumenep, 21– 23 Desember 2012.

Rifai MA 2013. Memadurakan pembangunan Madura. Dalam Rifai MA, Purwandari U, Mutmainnah, Arif S & Dzulkarnain I (penyunting), Seserpih Garam Madura, Bangkalan: UTM PRESS, 2013: 183–203.

Rifai MA 2013. Pemberlanjutan ketersohoran ramuan jamu Madura. Makalah dalam Seminar Pengembangan Sumber Daya Hayati Madura sebagai Bahan Obat, Universitas Trunojoyo Bangkalan, 30 Desember 2013.

Rifai MA 2014. Sombhânganna Bhâsa Madhurâ kaangghuy kamajhuwânna Bhâsa Ind*onèsia. Jokotolè 12: 10 – 12.

Rifai MA 2014. Gatra budaya dan pelik-pelik pembangunan Madura. Prosiding Seminar Nasional Budaya Madura I, Universitas Trunojoyo Bangkalan, 12 Desember 2014.

Vorderman AG (1900). Inlandsche namen van eenige Madoereesche planten en simplicia. Natuurkundig Tijdschrift voor Nederlansch-Indie LIX: 140–197.

*)Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia/AIPI, Jakarta

(Tang Lebun”, RT 03/RW 15, Kotabatu, Ciomas Bogor 16610)

*****

Tulisan bersambung:

  1. Sumbangan Budaya Madura Kepada Kebudayan Nasional
  2. Pengembangan Bahasa Madura dan Problematikanya
  3. Sekilas Falsafah Abhântal Ombâ’ Asapo’ Angèn
  4. Pembudidayaan Bhâlungka’ dan Tèkay Madura
  5. Tentang Kuliner: Ètèk sè Nyongkem
  6. Sèkep Pelambang Kejantanan Seorang Pria Madura
  7. Aroma Du’remmek dan Kembhâng Campor Bhâbur
  8. Pola dan Bentuk Rumah: Tanèyan Lanjhâng
  9. Ramuan Jhâmo Bagi Wanita Madhurâ
  10. Masa depan Madura Bergantung Pemuda Madura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.