Madura Untuk Indonesia
Budaya Madura  

Madura Untuk Indonesia

Berbicara tentang Madura bagi saya ada gampang tapi ada sulitnya- Madura menjadi gampang alias gampangan, jika saya berbicara Madura dengan hanya bermodalkan domisili, karena saya tinggal di Madura, tapi tidak bisa melihat Madura secara jernih apalagi bisa mereguk madunya Madura, karena mata saya lebih tertarik kepada tayangan-tay angan global, baik sinetron asing maupun dalam negeri, iklan-iklan cantik yang mempesona dan moralitas baru yang sebagian mungkin merugikan bagi tradisi kemaduraan. Ketika dunia ini saya pandang kecil, maka Madura menjadi semakin kecil, sehingga Madura bisa saya anggap sebutir debu. Karena Madura hanya sebutir debu, begitu gampangnya saya merumuskan Madura, sehingga memberi kesimpulan yang salah pun saya merasa tidak berdosa. Pandangan seperti itu bisa teijadi karena saya awam, atau say a seorang cerdik pandai tapi yang suka ngawur.

Budaya Madura  

Peradaban Maritim Madura Telah Lenyap?

untuk melenyapkan peradaban maritim masyarakat Madura. Jembatan Suramadu pelan-pelan telah mengubah alam pikir masyarakat Madura pada peradaban continental , peradaban serba daratan. Tanah, industri yang dibayangkan, pendidikan yang dikembangkan, tradisi kesenian yang diawetkan, relasi social yang dibangun, dsb.

Budaya Madura  

Teknologi Pasca Panen Siwalan

Selain kelapa, pohon siwalan atau lontar banyak tumbuh dan berkembang didataran pulau Madura. Masyarakat setempat, memanfaatkan pepohonan yang tumbuh secara alami ini, hanya sebatas yang mereka bisa, seperti daunnya dibuat tikar, timba (untuk penyiraman tanaman tembakau), buah siwalan diolah menjadi gula merah, dan pohonnya dijadikan rangka rumah.

Budaya Madura  

Bila Orang Madura Tak Mau Kalah

Di Madura ada istilah gaul ‘kardi’, akronim dari ‘karebbha dhibi’ (seenaknya mau menang sendiri). Humor berikut, bentuk penggambaran orang Madura yang tak mau kalah.
Contoh: Dalam sebuah perlombaan, pastinya ditetapkan pemenang. Namun dalam kerapan sapi Madura, juga yang kalah diadu antar yang kalah. Jadi sapi-sapi yang kalah dalam babak penyisihan, diadu lagi untuk menentukan pemenang dari yang kalah.