Madura Negeri dan Madura Swasta. Bila panen tembakau seketika orang Madura menjadi kaya raya. Penutup kepala merupakan salah satu simbol kesantunan dan relijiusitas di Madura. Orang Madura itu lucu. Lucu yang alamiah
Budaya Madura
Mengenal dan memahami tentang Madura, melestarikan dan mengembangkan budaya Madura sebagai kebanggaan kebudayaan nasional
Masyarakat Madura Pasca Suramadu
Menyikapi mega proyek Suramadu dan modernitas secara umum, masyarakat Madura niscaya untuk menjadi subyek aktif dalam segala kegiatan itu, dan sekaligus perlu mempertegas identitas diri mereka. Sejalan dengan itu, mereka juga dituntut untuk memiliki kemampuan untuk meletakkannya di atas landasan nilai-nilai keagamaan substantif, tradisi dan budaya luhur mereka.
Masyarakat Madura dan Modernitas
Dalam penguatan kehiudpan sehari-hari banyak masyarakat Madura menyikapi dan menjalani tradisi dan budaya melalui pembacaan masa lalu yang cenderung tersekat dengan realitas kekinian.
Pemberdayaan Masyarakat Madura Pasca Suramadu Melalui Agama, Budaya dan Tradisi
Untuk melihat apakah modernitas –khususnya Jembatan Suramadu –merupakan ancaman atau peluang bagi masyarakat Madura, karakter mereka terlebih dulu perlu ditelusuri secara memadai.
Apresiasi Tinggi Kebersamaan Etnis di Sumenep
Di Sumenep, keberadaan etnis Tionghoa hadir sejak lama. Awal kedatangan etnis Tionghoa sudah terjadi sejak pertengahan abad ke-18. Dalam perjalanan sejarah arus migrasi dari Tiongkok dan menetapnya mereka di Nusantara,
Nilai Filosofis Kompleks Keraton Sumenep
Keraton Sumenep berdiri diatas tanah milik pribadi Pangeran Natakusuma alias Panembahan Somala, disebelah timur keraton lama milik Ratu R. Ayu Rasmana Tirtanegara
Filosofi Keraton dan Masjid Jamik Sumenep
Garis lurus antara Keraton Sumenep dengan Masjid Jamik Sumenep merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kedua bangunan ini memiliki nilai filosofis yang mendalam. Baik sebagai pusat pemerintahan maupun sebagai penyebaran agama Islam
Agama Primitif Orang Madura
Agama primitif orang Madura bisa dipastikan tidak jauh berbeda dengan masyarakat Jawa pra Islam, yaitu Hindu-Budha. Adapun agama selain itu adalah agama baru yang datang kemudian, termasuk Islam dan Kristen. Selanjutnya akan dijabarkan proses Islamisasi Madura.
Topeng Dalang Madura, Mulai Terkikis Jaman?
Seiring berjalannya waktu, apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisi topeng dalang Madura mulai terkikis. Pengaruh budaya asing tampaknya menjadi salah satu penyebab terkikisnya kesenian tradisi yang monomental itu, selain faktor lain yang menyebabkan topeng dalang Madura, jarang pentas di tengah masyarakat
