Upacara Adat Pengantin Legung Sumenep

Tulisan ini diangkat dan disarikan dari karya tulis Venita Nurdiana, 2012 Pangantan Tandhu Sebuah Kajian Tentang Tradisi Pernikahan Masyarakat Desa Legung Kabupaten Sumenep dan Nilai Pendidikannya”. Skripsi, Program Studi Ilmu Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universiras Negeri Malang”, diposting secara bersambung
 

Oleh: Venita Nurdiana

Pangantan Tandhu, Tradisi Pernikahan Masyarakat Legung

pangantan tandhu Masyarakat Legung memiliki tradisi pernikahan yang unik yang disebut Pangantan Tandhu. Pangantan tandhu bermakna penganten tandu yaitu adat pernikahan Desa Legung Timur yang proses tahapan pelaksanaan mempelai wanita diusung menggunakan tandu (tandhu).

Proses pelaksanaan tradisi ini melibatkan dukungan ratusan orang. Hal ini karena prosesi ini dilaksanakan dalam tiga hari yang meliputi tiga tahap yaitu tahap persiapan, inti pelaksanaan pernikahan dan tahap akhir pelaksanaan pangantan tandhu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu diawali dengan kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan temuan, tahap-tahap penelitian. Penelitian ini menggunakan sumber-sumber utama berupa wawancara dan observasi serta dokumen dari desa berupa dokumentasi foto, data monografi berupa dokumen dari BPS (Badan Pusat Statistik ).

Pada masyarakat yang masih menjunjung tinggi adat leluhurnya, perubahan besar dalam fase kehidupan seseorang ditandai dengan upacara adat. Upacara adat tersebut sebagai permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar orang tersebut dalam kehidupan baru mendapat perlindungan, keselamatan dan keberkahan. Dalam upacara tersebut hubungan antara manusia dengan Tuhan selain diungkapkan melalui doa juga melalui simbol-simbol. Dalam simbol-simbol tersebut terkandung nilai-nilai luhur yang apabila diresapi menjadi pedoman bagi orang yang bersangkutan dalam mengarungi kehidupan berikutnya. Pernikahan adalah salah satu fase kehidupan manusia yang membawa berbagai perubahan dalam kehidupan seseorang, baik berubah secara individual maupun hubungannya dengan orang tua dan masyarakat di sekitarnya.

Pernikahan merupakan salah satu unsur kebudayaan yang berpengaruh dan cukup penting bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya upacara-upacara menjelang ritus peralihan dari masa remaja ke masa hidup berkeluarga. Masyarakat menganggap bahwa upacara untuk merayakan ritus berkeluarga ini memiliki fungsi sosial yang penting yaitu untuk menyatakan kepada khalayak ramai tingkat hidup yang baru telah dicapai oleh individu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.