Orang Bugis jika ingin belajar etika kekuasaan datang ke Sumenep sementara orang Madura jika mau belajar soal melaut tentu belajar kepada orang Bugis. Makanya dua etnis ini dikenal sebagai pelaut sejati, hingga detik ini.
Tokoh Madura
Sebagai bentuk apresiasi para tokoh dan pejuangan dari Madura, yang banyak memberikan konstribusi terhadap perkembangan di Madura
Ketokohan dan Keteladanan Arya Wiraraja
Akibat kemahiran berdaya tebak sehingga siapa “coming” man yang akan muncul sebagai penguasa, maka Arya Wiraraja mengikuti jejak ini, sehingga tindakannya mirip dengan tindakan insan politik jaman kini.
Sultan Abdurrahman Pakar Sejarah dan Budaya
Sultan Pakunataningrat memang dikenal sebagai seorang yang pakar di bidang bahasa, sastra, budaya, sejarah. Darah dari pihak ibunya, yaitu putri Adipati Semarang, trah Suroadimenggolo, dikenal sebagai keluarga bangsawan yang memiliki perhatian besar terhadap pengetahuan.
Ratu Ibu, Tangis Panjang Seorang Ibu Sampai Wafat
Dalam babad Madura, seperti yang diceritakan juru kunci Pemakaman Airmata, selama dalam pertapaannya Ratu Ibu senantiasa memohon pada Tuhan agar kelak keturunannya dapat menjadi pemegang pucuk pimpinan di Madura.
Belajar Berkorban dan Ikhlas pada Rato Èbhu
Rato Èbhu adalah seorang wanita yang bernama Sarifah Ambani. Wanita keturunan dari Sunan Giri ini adalah seorang istri yang sangat taat, patuh dan sangat mencintai suaminya, Raja Cakraningrat. Raja Cakraningrat adalah seorang raja yang sangat dihormati dan diagungkan oleh masyarakat Madura pada saat itu. Raja Cakraningrat memimpin Madura pada tahun 1624 atas perintah Sultan Agung dari Mataram.
Toan Karaeng, Sosok Tokoh Legendaris Masalembu
Pernah suatu saat Belanda meluncurkan serangan melalui meriam yang ditujukan pada masjid dan kediaman Toan Karaeng. Namun anehnya, atas izin Allah SWT, menurut Cici, bom-bom yang dimuntahkan penjajah itu tidak meledak, malah meleleh.
“Bom-bom itu tiba-tiba berubah cair seperti air saat menyentuh bangunan masjid milik Toan,”kata ibu 2 anak perempuan ini.
R. A. Mangkuadiningrat, Tokoh Pejuang Keluarga Bangsawan
Nama Mayor Raden Ario Mangkuadiningrat bagi kalangan masyarakat Madura, khususnya Sumenep cukup dikenal dan populer dipanggil, Ja Mangko. Ja Mangko merupakan salah satu tokoh yang banyak berperan dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan RI yang waktu itu masih berupa “bayi” kemerdekaan.
Kiyai Baghdi Pernah Bertapa Diatas Ilalang
Kiyai Baghdi adalah sosok ulama yang menjauhkan diri dari keramaian dan kehidupan duniawi lainnya. Bahkan dalam cerita tutur, beliau bertapa di atas ilalang di tempat yang saat ini menjadi lokasi makamnya.
Abd. Sukur Notoasmoro, Menoreh dan Menjaga Tradisi Lisan Madura
Semasa hidupnya Pak Sukur banyak menorehkan peran dalam menjaga tradisi lisan Madura ini, yang waktu itu sudah menjadi serpihan-serpihan kecil akibat perubahan jaman dan pengaruh budaya asing. Bersama tokoh-tokoh lainnya Pak Sukur memprakarsai pelaksanaan Sarasehan Bahasa Madura tahun 1973, yang kemudian melahirkan rumusan resmi Bahasa Madura.
