Teknologi Pasca Panen Siwalan

Daging buah yang tua, yang kekuningan dan berserat, dapat dimakan segar ataupun dimasak terlebih dahulu. Cairan kekuningan darinya diambil pula untuk dijadikan campuran penganan atau kue-kue; atau untuk dibuat menjadi selai.

Eksplorasi buah siwalan lokal, sudah umum diketahui dapat meningkatkan nilai dari buah itu sendiri tentunya pada nilai harga jualnya. M Saiful Bahri (penyair muda pulau madura) engan mata dunia saat melakukan perjalanan di pulau Madura pada jumat(20/4). Untuk memastikan asli atau tidaknya kita bisa buktikan dengan warna buah siwalan itu, biasanya berwana seperti air kelapa tapi lebih keruh dan agak kental, rasanya manis tanpa ada pahit seperti minuman yang mengandung sakarin(serbuk hablur putih, dan tidak bahu rasanya manis ).

Mendengar penjelasan dari manfaat kesehatan dari pohon siwalan dan buah siwalan mengingatkan akan banyaknya buah lokal yang ada di Madura. Namun eksplorasi manfaat dan kegunaannya sangat sedikit dilakukan oleh masyarakat khususnya Sumenep, umumnya masyakat Madura, sehingga buah lokal hanya menjadi komsumsi lokal.

Sebagai masyarakat madura kita harus melestarikan pohon siwalan yang dikenal dengan sebutan pohon lontar dan memanfaatkan sebaik mungkin, dengan memperkenalkan teknologi pasca panen siwalan, ini bisa di manfaatkan oleh Masyarakat sumenep pada khususnya dan masyarakat madura pada umumnya, secara mandiri membuka usaha pembuatan nata d b-fla (Borassus flabellifer)) dan manisan bulan sebagai upaya meningkatkan perekonomian sekaligus mereduksi lebel menjadi kampung kreatif. Dan ini bisa menjadi produk unggulan dengan pemasaran yang koprehensif tentunya.

*) Mahasiwa Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan (Stebank) Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.