Bahasa Madura merupakan salah satu yang menjadi identitas. Bahwa, meski tidak tinggal di Pulau Madura, belum tentu mereka bukan orang Madura. Mereka yang tinggal di mayoritas pulau di Sumenep, dan beberapa kabupaten di Pulau Jawa merupakan orang Madura
Sastra Madura
Sastra Madura sebagai bagian dari peristiwa kebudayaan Madura yang menjadi pegangan hidup orang Madura yang banyak mengandung ajaran kebenaran, kejujuran serta religiusitas orang Madura
Merajut Pantun Menjaring Harta Karun
Dengan pantun, masyarakat Madura berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat Madura. Melalui pantun, orang Madura menyampaikan rasa cintanya kepada gadis yang dicintainya, rasa kecewanya jika cintanya ditolak
Sajak-Sajak Penulis Madura
munculnya penulis-penulis Madura dalam kancah sastra Indonesia tergolong agak lambat. Baru pada pertengahan 1960-an ada dua penulis dari Madura yang karangan-karangan mereka dimuat dalam majalah sastra bergengsi yaitu Sastra dan Horison. Mereka adalah M Fudoli Zaini dan Iskandar Zulkarnaen. Fudoli tidak pernah menulis puisi. Ia adalah penulis cerpen yang rajin dan kontinyu. Adapun Iskandar hanya sekali saja sajaknya muncul dalam majalah Sastra pada tahun 1966
Remeh-Temeh Untuk Keagungan Puisi
Di Madura, sastrawan yang lahir dan muncul pada umumnya adalah penyair, bukan cerpenis atau novelis. Penulis prosa hanya dapat dihitung dengan jari, berbanding secara jomplang jika disejejarkan dengan penulis puisi. Hanya selangkah setelah menyebut nama Fudoli Zaini yang sudah lama berpulang, kita lantas akan mendadak kesulitan untuk mengajukan nama-nama prosais lain yang sudah mapan
Ketam Ladam Rumah Ingatan: Menggali Madura, Menggali Pesantren
Antologi puisi Ketam Ladam Rumah Ingatan setidaknya menunjukkan fenomena perpuisian Indonesia di Madura sebagai salah satu eksemplar puisi Indonesia mutakhir. Maraknya kehidupan dan cukup tingginya produksi puisi (dan sastra) Indonesia
Perjumpaan Penyair Reboeng Madura
Komunitas Reboeng, Jakarta, turut mengapresiasi dan menerbitkan sejumlah karya-karya puisi penyair muda Madura, dalam buku Ketam Ladam Rumah Ingatan, yang diluncurkan pada hari Sabtu tanggal 20 Februari 2016, oleh komunitas Reboeng, Jakarta. Acara yang akan dilangsungkan di Pendopo, Sumenep
Bahan Moralitas Madura, Untuk Pendidikan Budi Pekerti
Dalam pribahasa Madura banyak mengandung ajaran budi perketi, dan budi pekerti dulu diajarkan melalui cerita yang penuh kearifan. Dari tulisan ini mengungkap tentang budi pekerti
Warisan Sastra Lisan Madura, Menyuarakan Irama Jaman
Menghidupkan warisan tradisi lisan Madura harus ada upaya memberi nafas baru agar penampilannya terasa segar, sehingga penampilannya tidak sekadar menjadi kenangan dan nostalgia. Lebih dari itu penyajiannya benar-benar menyuarakan irama zaman.
Warisan Sastra Lisan Madura, Sebuah Perkenalan
Ketika sastra tulis tidak begitu subur, sastra lisan menjadi sesuatu yang niscaya, karena pertanyaan dan persoalan-persoalan kehidupan tidak bisa dijawab dengan bisu. Suara nurani, detak jantung, desiran darah, kegetiran hidup, penderitaan dan rasa senang akan tampil memperdengarkan suara suara terdalam kemanusiaan.
