Roma Sékot Pacénan, Model Rumah Ala Pecinan

Roma Sékot Pacénan – 2 –

Dan diatas pintu serta jendela juga ada ngén-angén, ring-jharing atau réng-taréng, ada yang pakai ukiran ada juga yang dibuat dan tatanan bilah kayu (réng-erréng). Dan di tembok serambi kanan kin atas juga ada télép/palépét (garis tembok yang timbul dan tebal) diakhiri oleh lukisan dedaunan dan ada lukisan bunga pada ujungnya.
lstilah bu-labu (waluh), merupakan pentolan di kanan kiri wuwungan yang berbentuk segi empat bertumpang ke atas dan ditengahnya agak besar.

Roma Sékot Pacénan – 4 –

Bu-labu asal kata labu dalam bahasa Madura berupa sejenis buah sayuran yang berdaging, bagian luar kulitnya keras, isinya berongga satu senta berbiji banyak – waluh- (Curcurubitaceae; Lt). Banyak macamnya yaknì Labu kendi (labu ghungséng, labu ghângan), labu botol (berperut besar), labu ambon / labu merah (Cucurbita hispida; Lt), labu kondur/kundur (sejenis labu berwarna hijau keputih-putihan, bentuknya bulat memanjang (Benincasa hisîda;It)) dan lain sebagainya. .

Kalau dilihat dan segi logika, yang namanya bu-labu selayaknya berbentuk bundar/bulat, tapi realitas yang ada di atas wuwungan adalah persegi empat seperti dadu. Bisa dimungkinkan karena bentuknya ditengah besar dan atas bawah mengecil, atau juga bisa jadi pada awalnya berbentuk bulat seperti labu dan lama-kelamaan berbentuk segi empat untuk memudahkan pembuatannya. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa bu-labu asal kata labu (jatuh), jadi benda itu dipasang dengan maksud bila memperbaiki wuwungan agar tidak jatuh. (Tadjul Arifin R / Syaf)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.