Raja-raja Sumenep yang Berkuasa Masa Pra Islam

Bila disandingkan dengan peristiwa yang terjadi pada masa itu (abad ke-15), kekuasaan Majapahit mulai goyah. Jika memang benar bahwa kekuasaan lokal mulai muncul di Pamekasan pada abad ke-15, maka tidak menutup kemungkinan bahwa hal itu terjadi karena faktor kemunduran Majapahit. Daerah-daerah pesisir di wilayah kekuasaan Majapahit mulai merintis berdirinya pemerintahan sendiri.[1] Untuk itu sangat terbuka bahwa wilayah Pamekasan juga merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Sumenep.

Akan tetapi, apakah wilayah kepulauan Sumenep (secara administratif sekarang) juga termasuk wilayah kekuasaan Kerajaan Sumenep? Ada yang menarik mengenai kekuasaan di Pulau Kangean. Pulau Kangean sudah dikenal pada masa Majapahit, Nagara Kratagama mengisahkan Pulau Kangean seperti di bawah ini:

“Kunang tekang nusa Madhura Tanami lwir parapuri ir denjan tunggal mwang Yamadharani rakwekana dengu… Ingkang sakasanusa Makasar Butun Bangawi Kuni Ggaliyao mwang i (ing) Salaya Sumba Solot muar”

Kata Ggaliyo diterjemahkan sebagai Pulau Kangean. Prapanca membagi tumpah darah Nusantara dalam daerah yang delapan. Yang disebut daerah satu adalah Jawa, Madura, dan Ggaliyao (Kangean). Di tiap delapan wilayah itu ditempatkan perwakilan sebagai raja, sehingga diperkirakan ada pula raja di Pulau Kangean. Sedangkan di Sumenep dikuasai oleh keturunan Aria Wiraraja.[2] sejatinya batas-batas kekuasaan di Madura sukar diketahui secara pasti. Baru tampak sangat jelas batas-batas wilayah itu setelah tahun 1885, saat Belanda membagi Madura menjadi empat afdeeling dan empat kabupaten. Afdeeling dikepalai oleh asisten residen dan kabupaten dikepalai oleh bupati. Afdeeling-afdeeling dan kabupaten-kabupaten itu adalah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

ila ditelaah dari penempatan keraton para raja di atas, lalu membandingkan dengan sejarah pemerintahan lokal di Pamekasan serta pendapat yang menyatakan bahwa ada pemerintahan di Pulau Kangean, maka batas-batas wilayah kekuasaan Sumenep dapat diprediksi meliputi wilayah Sumenep yang sekarang, juga sampai wilayah Pamekasan, namun minus Pulau Kangean. Tidak menutup kemungkinan pula wilayah kekuasaan Kerajaan Sumenep tidak sampai sejauh itu, karena kalau melihat penempatan wilayah keraton Kerajaan Sumenep selalu berada di wilayah Sumenep (sekarang), tidak pernah ditempatkan di wilayah Pamekasan atau bahkan di dekatnya. Tapi tidak mustahil pula bahwa kekuasaan Kerajaan Sumenep melebihi wilayah yang diperkirakan tadi, mengingat sulit ditemukan sumber-sumber yang mengisahkan adanya kerajaan di Pulau Madura selain di Sumenep pada masa-masa Kerajaan Majapahit atau sebelumnya, meskipun di Sampang diperkirakan terdapat suatu komunitas Budha pada abas ke-7, akan tetapi tidak dapat disimpulkan bahwa ada suatu kerajaan yang berdiri di sana pada masa itu. [Lontar Madura]

__________

10 Samsul Ma’arif, The History of Madura Sejarah Panjang Madura dari Kerajaan, Kolonialisme Sampai Kemerdekaan, Yogyakarta: Araska, hal. 63.

Tulisan bersambung:

  1. Masa Kejayaan Kerajaan Sumenep Pra Islam
  2. Raja-raja Sumenep yang Berkuasa Masa Pra Islam
  3. Peperangan Periode Koloneal di Tanah Sumenep
  4. Kerajaan Sumenep Masa Periode Islam
  5. Masa Keemasan Zaman Sultan Abdurrahman
  6. Pengaruh Islam dalam Sistem Birokrasi Pemerintahan Sumenep
  7. Hubungan Kerajaan Sumenep dengan Belanda
  8. Pengawasan VOC Tidak Seketat Madura Barat
  9. Konflik yang Mengakibatkan Keruntuhan Kerajaan Sumenep

Responses (3)

  1. Mohon maaf sebelumnya, kalau boleh bertanya apakah raja-raja yang memerintah di kadipaten sumenep itu adalah keturunan langsung dari Prabu Arya Wiraraja? Soalnya saya mencari di google jarang ada yang memberikan keterangan mengenai silsilah beliau (Arya Wiraraja) dan keturunannya. Mohon arahannya???

  2. Untuk melengkapi tulisan ini ada baiknya menengok buku ATLAS WALISONGO karangan Agus Sunyoto. Di buku itu dituliskan bahwa raja’Islam di Madura adalah keturunan dari kerajaan Islam Lumajang yang ada sebelum Demak.

    1. Terima kasih
      Memang tulisan ini memang dibatasi oleh penulisnya. Pihak penulis lain bisa melengkapi dengan referensi tulisan-tulisan lainnya yang ternya mengalami pembaruan informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.