Falsafah orang Madura yang dikenal dengan ketundukannya pada aturan agama Islam beserta budaya yang mereka yakini. Namun, penyebutan “Bhapa’, Bhabhu’, Ghuru, Rato
Lontar Madura
Tulisan Tebaru
Festival Tembakau Madura, Kembali Digelar
Sebagai ruang komukasi ekonomi, pada tahun ini Festival Tembakau Madura kembali digelar sebagai bentuk perhatian masyarakat terhadap petani tembakau.. Festival tembakau juga telah berhasil memantik sebuah ritual selamatan desa yang telah puluhan tahun ditinggalkan oleh masyarakat
Upacara Adat Pangantan Benusan di Sumenep
Di kampung Benusan pernah terjadi peperangan antara Pangeran Lor dengan Prajurit Bali. Peperangan terjadi kampung itu posisinya di tengah persawahan kampung
Loteng, Rumah Bertingkat yang Hanya Dihuni Putra Sultan Sumenep
Bangunan Loteng identik dengan rumah berlantai dua peninggalan kuna. Biasanya bangunan ini dimiliki oleh kalangan bangsawan utama di abad 19. Umumnya dimiliki oleh para putra raja. Namun faktanya, tidak setiap putra raja memiliki bangunan Loteng dan hanya para pangeran di antara beberapa putra Sultan Sumenep saja yang memiliki bangunan Loteng,
Bindara Abdul Zaman, Penerus Keilmuan Kiai Agung Nepa
Bindara Abdul Zaman, namanya mungkin tak begitu melegenda, seperti halnya Kiai Agung Nepa. Beliau merupakan salah satu keponakan dari sang Kiai, yang namanya masih dikenal di belahan timur daya Sumenep, ia adalah putra dari Kiai Agung Jareja.
Gua Payudan, Tempat Semedi Raja-Raja Sumenep
Gua Payudan mempunyai nilai kesejarahan tersendiri bagi masyarakat Sumenep, hal ini mengingat gua tersebut mengisahkan peristiwa agung dan cukup dikenal melalui lirik lagu “Ghuwâ Pajhuddhân” yang disukai anak-anak jaman dulu. Namun kini telah menjadi destinasi wisata yang selalu ramai akan pengunjung, baik hanya sekedar untuk liburan, dan juga persemedian bagi orang-orang yang tirakatan.
Pembelajaran Sejarah Sebagai Pembelajaran yang Hidup
Di Sampang temuan peninggalan arkeologi berupa Situs Panjilaras berada di daerah kecamatan kota Sampang, ini merupakan kawasan pusat kota di masa lampau. Peninggalan yang perlu dijaga kelestariannya, karena merupakan artefak yang menyimpan jejak kota Sampang di masa lampau
Rokat Bârlobârân, Permohoan pada Musim Hujan Agar Membawa Berkah
Rokat bârlobârân merupakan ritual dan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Langsar Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Rokat terkait dengan kesuburan tanah pertanian dan dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu rokat minta hujan atau sebagai rokat pembuka dan rokat syukur sebagai rokat penutup
Rokat Sang-pasang, Penyembuhan Alternarif Ala Madura
Dari sekian tradisi peninggalan Hindu Budha yang ada di Madura, yaitu dalam upacara adat, ritual-ritual dan beberapa bentuk rokat yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Madura, seperti rokat tase’, rokat pandhaba, rokat dhisa, rokat aèng dan rokat-rokat lainnya. Salah satunya, yaitu Rokat Sang-Pasang.
