Dalam hirarki moralitas, guru adalah salah satu poros moral selain orang tua dan raja. Itu tercermin dari saloka (pitutur orang bijak) terkenal buppa’ babu’ guru rato (ayah ibu guru raja). Semuanya adalah poros moral yang harus dihormati dan memang menjadi rujukan prilaku luhur.
Lontar Madura
Tulisan Tebaru
Revitalisasi Budaya Madura di Tengah Arus Global
Oleh Syaiful Rahman Dasuki *) Ada tiga hal yang menentukan kepribadian seseorang. Ketiga hal itu…
Hermeneutika Cangkolang dalam Proses Pendidikan Berbasis Moral
Dalam masyarakat tradisional, bahkan primitif, telah menghasilkan orang-orang bijak dan mengajarkan kebijaksanaan moralitas tinggi dalam proses pendidikan
Keterangan Tulisan Tentang Cangkolang
Berikut keterangan tambahan dari tulisan tentang cangkolang. 7. Guru sebagai poros moral karena pada masa lampau, kualifikasi seorang guru adalah moralitasnya, sementara kualifikasi keilmuan nomor dua. Sebaliknya pada saat ini.
Ritual Cahe, Upacara Adat Permohonan Berkah Hujan (4)
Peserta Cahe keluar dan dilanjutkan dengan bernyanyi dan menari lagi, dengan tujuan untuk menerima wasiat tentang kapan dilaksanakannya lagi ritual Cahe
Ritual Cahe, Upacara Adat Permohonan Berkah Hujan (3)
Upacara adat ritual Cahe di laksanakan di lokasi gua KANDHALIA yang terletak di ujung timur Desa Langsar Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep Madura
Ritual Cahe, Upacara Adat Permohonan Berkah Hujan (2)
Ritual Cahe diikuti 12 orang yang seluruhnya laki-laki. Karena yang berhak menerima amanah/warisan dari nenek moyang adalah keturunan yang berjenis kelamin laki-laki
Ritual Cahe, Upacara Adat Permohonan Berkah Hujan (1)
Ritual Cahe diadakan berasal dari : niat pada zaman dahulu kala, menurut penuturan ketua adat yang bergelar Kalebun Cahe bahwa niat tersebut disampaikan
Sejarah Masuknya Agama Islam di Sumenep (Bag. 3)
Sebagai penyebar agama Islam tentunya Sunan Lembayung Fadal selalu menganjurkan para masyarakat setempat untuk menjalankan agama Islam dengan baik dan sempurna
