Lagi, memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 742, digelar atraksi kesenian berupa seni, barongsai, jenis kesenian yang berasal dari negeri Cina di depan Masjid Agung Sumenep, Minggu, 30 Okober lalu.
Atraksi kesenian barongsai yang disaksikan oleh Bupati Sumenep dan sejumlah pejabat Pemkab Sumenep itu, juga disaksikan masyarakat setempat yang antusias menyaksikan seni barongsai yang baru pertama kali ditampilkan di Sumenep.
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim menjelaskan, atraksi Barongsai sengaja digelar untuk memeriahkan perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 742, menunjukkan kemajemukan yang ada di Sumenep. “Ini menunjukkan jika persatuan dan kesatuan di Sumenep cukup kuat, meskipun dalam keberagaman etnis. Atraksi Barongsai ini juga untuk menjalin silaturahmi antar etnis di Sumenep,” katanya.
Busyro memaparkan, berdasarkan sejarah, peran enis Tionghoa di Sumenep juga cukup besar. “Bahkan arsitektur beberapa bangunan bersejarah di Sumenep ini justru menggunakan arsitek dari bangsa Cina,” ujarnya.
Busyro berharap dengan atraksi Barongsai tersebut, bisa meningkatkan interaksi sosial di Sumenep. “Dari sisi budaya, atraksi Barongsai ini diharapkan bisa menambah dan memperkaya khazanah budaya di Sumenep,” ungkapnya











