Upacara Rokat Tase’, Tanjung Saronggi

Muhammad

Atas permintaan ikan tersebut, sang tokoh tentu melepaskannya. Anehnya, sambung Muhammad, “pada tangkan ikat selanjut, dia benar-benar menghasilkan tangkapan ikan yang melimbah”.

Pada saat setelah itulah, secara rutin, setiap tahun, yang biasanya dilakukan bulan pertama, dia dan masyarakat nelayan setempat melakukan rokat, yaitu selamatan memberi sekedah ke laut. Dan selama melakukan rokatan itukan, kehidupan nelayan setempat menjadi makmur. Meski demikian, katanya,  mitos yang dibangun dari cerita tersebut dilakukan sebegai bentuk tradisi  memungkinkan masyatakat nelayan menjadi lebih bergairah ketika sedang melaut.

Mengingat masyarakat Desa Tanjung menganut Islam yang taat, dalam prosesi rokat tase’, mereka melibat para ulama dan kiyai untuk menyambung doa. Maka menjelang pelepasan (larung) sesaji ke laut  dilakukan doa bersama yang diawali dengan sholawatan dan tahlilan dengan harapan doa-doa tersebut mengantar para nelayan mendapat hasil yang melimpah.

Membangun Rasa Sosial

Sebelum dilepas (dilarung), tempat sesaji, kemudian disebut bitek sejenis perahu kecil ,dibuat sedemian rupa agar dapat diisi aneka benda yang dianggap “mewakili” barang-barang kepemilikan para nelayan, berupa apa saja, bisa  kain, makanan, hasil pertanian dan lainnya, kemudian diinapkan dan diletakkan dermaga tempat nelayan  akan berlabuh (jaghangan)  selama dua malam.

Responses (6)

  1. admin, mohon infonya yang menulis tentang uapacara tokat tase tanjung saronggi itu siapa, yang admin di publikasikn di wepsite ini. sebab saya sedang meneliti tentang rokat tase di klampis. mohon berkenan yang menulis pengertiannya sehingga di tulis di wapsite ini siapa, karena dosen saya tanya sumber dr internet wapsite ini tapi penulis nya saya tidak tahu.

  2. Kediaman nenek saya di desa tersebut… Tanjung-Saronggi… Teman-teman yang butuh info lebih detail, silahkan kunjungi akun facebook saya. Namanya EXTENZHEE VONIZE VALUBIA. terima kasih… Informasi diatas juga cukup membantu. Terima kasih untuk penulis…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *