Tradisi Masyarakat Pesisir Sumenep Madura, hingga saat ini masih bertahan, yaitu kebiasaan tidur di pasir, meski mereka mampu membeli perabot rumah tangga
Tradisi Madura
Tradisi Madura merupakan nilai yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Madura, yang selama ini menjadi titik tolak dalam pola hidup dan kebanggaan masyarakat Madura
Topeng Gulur, Ritual Mensyukuri Hasil Bumi
Sebagaimana tradisi masyarakat umumnya, Topeng Gulur tumbuh dan berakar dari masyarakat setempat, yang hidup dan berkembang hanya di Desa Larangan Berma, Kecamatan Batuputih Kabupaten Sumenep, Madura.
Cangkolang sebagai Titik Awal Sopan Santun
Adanya kesadaran pada hal-hal yang termasuk cangkolang dengan kapasitas guru yang bermoral luhur, moralitas peserta didik akan dididik melalui prilaku, bukan sekadar dari pelajaran yang biasanya disampaikan melalui pelajaran agama, sementa ia cenderung menjadi materi pelengkap yang kurang diperhitungkan arti pentingnya.
Cangkolang: dari Moralitas Magis
Dalam hirarki moralitas, guru adalah salah satu poros moral selain orang tua dan raja. Itu tercermin dari saloka (pitutur orang bijak) terkenal buppa’ babu’ guru rato (ayah ibu guru raja). Semuanya adalah poros moral yang harus dihormati dan memang menjadi rujukan prilaku luhur.
Ritual Cahe, Upacara Adat Permohonan Berkah Hujan (4)
Peserta Cahe keluar dan dilanjutkan dengan bernyanyi dan menari lagi, dengan tujuan untuk menerima wasiat tentang kapan dilaksanakannya lagi ritual Cahe
Ritual Cahe, Upacara Adat Permohonan Berkah Hujan (3)
Upacara adat ritual Cahe di laksanakan di lokasi gua KANDHALIA yang terletak di ujung timur Desa Langsar Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep Madura
Ritual Cahe, Upacara Adat Permohonan Berkah Hujan (2)
Ritual Cahe diikuti 12 orang yang seluruhnya laki-laki. Karena yang berhak menerima amanah/warisan dari nenek moyang adalah keturunan yang berjenis kelamin laki-laki
Ritual Cahe, Upacara Adat Permohonan Berkah Hujan (1)
Ritual Cahe diadakan berasal dari : niat pada zaman dahulu kala, menurut penuturan ketua adat yang bergelar Kalebun Cahe bahwa niat tersebut disampaikan
Upacara Adat Rokat Disa “Ju’ Kae”
Pelaksanaan prosesi Rokat Disa bertempat di komplek kuburan yang mereka keramatkan yaitu Jhu’ Kae (Bhuju’ Kae), yang kemudian disebut Rokat Jhu’ Kae)
