Ratu Ibu Sampang

“Karena masyarakat mempercayai akan kekeramatan masjid tua itu, sehingga tempat tersebut sering dijadikan sebagai ritual sumpah pocong. Pengunjung yang datang tidak hanya warga setempat, tapi dari luar Sampang bahkan luar Madura sering melakukan sumpah. Jika salah satu pihak yang bersengketa ternyata bersalah, kalau yakin akan meninggal atau bakal menemui musibah,” tutur Muhni, warga setempat.

Kini, di era kepemimpinan Bupati Noer Tjahja, bangunan yang mempunyai nilai sejarah itu, akan dipugar dan diperbaiki. Rencananya, situ situ akan dikembangkan sebagai salah satu ikon yang akan menarik minat wisatawan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata. Namun, rencana tersebut tidak bisa terealisasi karena tim panggar legislatif tidak setuju dengan pemugaran situs itu. (Achmad Hairuddin)

Sumber: Surabaya Post, Senin, 16 Februari 2009

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.