Egrang (Tènjhâk) Sumenep diapresiasi LEPRID

Permainan egrang ini tidak membutuhkan tempat (lapangan) yang khusus. Ia dapat dimainkan di mana saja, asalkan di atas tanah. Jadi, dapat di tepi pantai, di tanah lapang atau di jalan. Luas arena permainan tilako ini hanya sepanjang 7–15 meter dan lebar sekitar 3-4 meter. Dalam perkembangannya, perminan ini kerap dilaksanakan para hari perayaan tertentu, semilah dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan, peringatan haji daerah/kota dan sebagainya.

Di Pulau Jawa dan Madura, permainan Egrang banyak dijumpai dan dimainkan layaknya permainan biasa, yaitu dengan berjalan kaki. Namun di daerah Sulawesi Tengah, Egrang biasanya digunakan untuk perlombaan balapan Egrang. Tidak hanya sekedar balapan, tapi juga sambil saling menjatuhkan dengan cara memukul kaki Egrang lawan.

Menyambut Visit Sumenep 2018, pemerintah daerah Kabupaten Sumenep telah merancang sejumlah even kegiatan tradisonal antara lain permainan Egrang yang dikemas dalam bentuk jalan santai dan diikuti ribuan peserta, dilepas Bupati Sumenep, Minggu pagi (02/09/2018) di depan Masjid Agung Sumenep.

Jalan Santai Egrang (Tènjhâk) ini juga diapresiasi Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) untuk dicatat dan diharap masuk rekor dunia. (lm)

Lihat videonya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *