Edhi Setiawan leluhurnya berasal dari Hokkian, China, yang datang ke Madura sekitar abad ke-17 pada masa peralihan dinasti Ming ke Ching. Ia generasi ke-8
Tokoh Madura
Sebagai bentuk apresiasi para tokoh dan pejuangan dari Madura, yang banyak memberikan konstribusi terhadap perkembangan di Madura
Penghormatan Bagi Pejuang Halim Perdanakusuma
Abdul Halim Perdanakusuma adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Ia meninggal dunia saat menjalankan tugas semasa perang Indonesia – Belanda di Sumatera,
KH. Mas Mansur, Ulama Santun dan Sederhana
KH Mas Mansur dengan kehalusan dakwah dan pribadinya yang sederhana dihormati Bung Karno. Di Pengasingan Bung Karno menanyakan beberapa soal-soal agama kepada Mas Mansur
Arya Wiraraja, Tokoh Politikus Handal
Melihat bukti-bukti dapat dikatakan bahwa Arya Wiraraja sangat berperan penting dalam kegiatan politik kedua kerajaan tersebut meski dengan zaman berbeda
Oemar Sastrodiwirjo, Sang Guru yang Perhatian Terhadap Budaya Madura
Sejak masih muda, Oemar Sastrodiwirjo sangat menggemari dan apresiatif terhadap budaya Madura, seperti gamelan, tembang macapat dan juga musik serta lainnya
Kyai Haji Bahaudin Mudhary, Ahli Metafisika
K.H. Bahaudin Mudhary menguasai sejumlah bahasa asing antara lain Bahasa Arab, Jepang, Jerman, Perancis, dan Belanda. Penguasaan bahasa ini cukup membantu dalam mengakses berbagai versi Bibel.
Chandra Hassan Pejuang Pantang Menyerah
Letnan Kolonel Chandra Hassan mengundang Dewan Pertahanan Daerah bersidang di Manding. Dalam rapat tersebut ia mengemukakan bahwa Resimen tidak dapat lagi mempertahankan daerah Madura
Sultan Abdurrahman Politikus yang Cerdik
Sejarah tak pernah bercerita bahwa gelar sultan yang melekat pada diri Sultan Abdurrahman merupakan gelar resmi yang diberikan Syarif Husein serta dilegalisasi Turki Usmani
Panembahan Ki Lemah Duwur, Pemikir Kemakmuran dan Kemajuan Rakyatnya
ilsilah panembahan Ki lemah Duwur, diawali kedatangan dua orang keturunan raja Majapahit yang terakhir yaitu Prabu Brawijaya yang bernama Lembu Petteng dan Menak Senoyo di Madura pada abad ke XV.
