Muhammad Saleh Werdisastro adalah pria Madura kelahiran Sumenep 14 Mei 1908, putra dari cedekiawan R. Musaid penyusun Buku Babad Sumenep. Sang ayah kemudian dianugerahi sejumlah uang (gulden) dan gelar Werdisastro
Tokoh Madura
Sebagai bentuk apresiasi para tokoh dan pejuangan dari Madura, yang banyak memberikan konstribusi terhadap perkembangan di Madura
Muhammad Saleh Werdisastro Menanamkan Rasa Kebangsaan
Walaupun harus menghadapi berbagai tantangan dan rintangan, dengan tekad bulat, Muhammad Saleh Werdisastro, mendirikan sekolah setaraf HIS yang dapat menampung anak-anak lapisan bawah.
Kiai Abdullah Sajjad: Tokoh yang Tegas dan Berkarakter
Kiai Abdullah Sajjad adalah putra Kiai Syarqawi dari Nyai Qamariyah. Dilahirkan di Guluk-Guluk Sumenep Madura….
Bindoro Saud, Raja Ke 29 Memimpin Kerajaan Sumenep
Bindoro Saud, Raja Ke 29 Memimpin Kerajaan Sumenep dari keturunan Pangeran Katandur. Pangeran ini cucu dari Sunan Kudus, Pangeran Katandur adalah pemimpin
Raden Abdul Kadirun, Pimpin Bangkalan Dengan Nuansa Islam
Raden Abdul Kadirun keturanan Ratu Ibu. Raden Abdul Kadirun yang bergelar Sultan Cakra Adiningrat II ini juga masih mempunyai garis keturunan Brawijaya.
Pak Sakera yang Berjiwa Besar
Sakera adalah seorang tokoh pejuang legenda kelahiran Bangil di Pasuruan, Indonesia. Ia berjuang melawan penjajahan…
Raden Trunojoyo: Penaklukan Madura
Raden Trunojoyo, sering pula ditulis Trunajaya, (Madura, k.1649 – Payak, Bantul, 2 Januari 1680) adalah seorang bangsawan Madura yang pernah melakukan pemb
KH. Moh. Tidjani Djauhari, MA,: Dari Madura Untuk Bangsa
Pengabdian kepada umat harus senantiasa dilakukan secara kaffah, total dan maksimal. Prinsip yang mengakar kuat dalam jiwa KH. Moh. Tidjani Djauhari, M.A. hingga maut menjemputnya,
Kiai Muhammad Khalil Ulama Besar dari Bangkalan
Kiai Muhammad Khalil orang yang tak pernah lelah belajar. Kendati sang guru lebih muda, namun jika secara keilmuan dianggap mumpuni, maka ia akan hormat padanya
