Raja dan Tokoh penting Bangkalan banyak menyumbang nilai sejarah di Pemerintahan di Madura. Nilai kejuangan dan kepahlawan di Bangkalan perlu diapresiasi
Tokoh Madura
Sebagai bentuk apresiasi para tokoh dan pejuangan dari Madura, yang banyak memberikan konstribusi terhadap perkembangan di Madura
Musahur, Pensiunan Guru SD yang Hasilkan Lima Buku Setelah Pensiun
Guru Musahur, Nama Sudah Tidak Asing Bagi Masyarakat Kangean dan sekitarnya. Dia telah menuntaskan tugasnya sebagai Seorang pengajar pada 1999 lalu
Ahmad Wahib, Sang Revolusioner Pemikiran Islam dari Sampang
Perasaan tulus Ahmad Wahid terasa sangat langka dari saudara kaum Muslim sekarang, ketika fatwa mengharamkan mereka memberi selamat Natal kepada kaum Nasrani
Gebrakan Politik KH Mansur Bagi Umat Islam
Gelora Politik menuju Indonesia Merdeka Dalam gelora pergerakan dan perpolitikan ummat Islam, Mas Mansur mengawali…
Legenda Kiai Abdurrahman atau Kiai Raba dari Pamekasan
Kiai Abdurrahman bersedia membantu memanjatkan doa kepada-Nya setiap saat. Kiai Abdurrahman berpesan kepada Ki Patih agar mengatakan kepada Pangeran Ronggosukowati
Raden Musaid: Sang Sastrawan Besar dari Madura
Raden Musaid, Sastrawan Legendaris yang menulis Babad Sumenep. Awalnya penulisan tersebut dimaksudkan sebagai upaya pelurusan sejarah terutama sejarah Islam
Kyai Prajan, Barisan dan Mentalitas Inlander
Perlawanan Kyai Prajan dipadamkan Barisan merupakan pelajaran penting dalam sejarah kolonialisme Belanda di Madura. Kyai Prajan dan Barisan menunjukkan dua sisi dikotomis kemerdekaan yang diperjuangkan di Madura masa itu
Kiai Djauhari, Sosok Muqaddam Yang Sederhana
Kiai Djauhari tumbuh menjadi anak yang memiliki mental kepribadian yang kokoh. Kiai Djauhari sering mengikuti ayahnya saat berdakwah ke berbagai tempat.
KH Moh Mahfoudh Husaini, Berkarir dari Politik sampai Menembus Dunia Pendidikan
KH Moh Mahfoudh Husaini, dilahirkan dan dibesarkan di kampung Sabajarin yang berada di pelosok desa Guluk-Guluk Sumenep Madura, ia tokoh disegani dan dihormati
