
Arkeolog senior Balar DIY Harry Widianto mengatakan, manusia modern (Homo Sapiens) awal datang ke Indonesia sekitar 70.000 tahun silam. Mereka bermigrasi dari arah timur (Melanesia, Australia Tenggara, dan Tasmania) bergerak ke selatan dan barat, lalu bertemu dengan migrasi barat dari jalur Moh Khiew, Tabon, Wajak, dan Niah untuk menguasai seluruh wilayah Nusantara.
Manusia modern (Homo Sapiens) awal datang ke Indonesia sekitar 70.000 tahun silam.
“Keturunan mereka, ras Australomelanesid, kemudian tersebar luas sejak 15.000 tahun yang lalu, dan segera digantikan oleh pendatang baru, yaitu ras Mongoloid, sekitar 4.000 tahun silam,” kata Harry.
Manusia modern datang ke Kepulauan Nusantara melalui dua gelombang migrasi yang berbeda dari arah timur dan barat. Ras Australomelanesid yang mampu bertahan, bahkan hingga saat ini, kemudian berbaur dengan ras Mongoloid, terutama di daerah Wallacea bagian selatan dengan hasil pembauran berupa penduduk Indonesia bagian barat saat ini.
”Betapa pun kuatnya diversitas ras dan etnik saat ini yang dimiliki Indonesia, situasi ini justru mengajarkan bahwa kita ini sebenarnya berasal dari akar genetis yang sama. Keragaman yang dimiliki bangsa ini sebenarnya adalah buah dari pohon yang sama, pohon evolusi, yang berakar setidaknya sejak 70.000 tahun lalu tanpa terputus,” tutur Harry.
(sumber: https://bebas.kompas.id/baca/utama/2019/03/01/pulau-kangean-dihuni-manusia-sejak-11-000-tahun-lalu)











