Kisah Putri Nandi dari Sampang

Sedangkan nama Nandi menunjukkan candi itu bersifat Ciwa. karena nandi (sapi) menurut mitologi Hindhu menjadi wahana (kendaraan) Dewa Ciwa. Hal ini dapat diperkuat dengan diketemukannya lingga diatas, karena lingga merupakan lambang Dewa Ciwa dan menjadi bagian dari candi yang biasanya diletakkan di atas Yoni dalam suatu candi.

Cerita Putri Nandi

Sampai sekarang dikalangan penduduk setempat masih hidup cerita mengenai Putri Nandi. Berdasarkan nama Putri Nandi ini dapat ditafsirkan bahwa Putri yang dimaksud ialah Durga Mahesasuramardhini yaitu salah satu cakti atau perwujudan Dewa Cita sebagai wanita (dewi) yang membunuh raksasa dengan berkendaraan Nandi. Patung semacam itu masih terdapat pada candi Ciwa atau candi induk Prambanan di bilik utara dan penduduk menyebutnya Rara Jongrang yang berarti gadis bertubuh tinggi ramping.

Mengenai waktu pembuatan candi Ciwaistis di Desa Kemoning itu adalah tahun 1301 C = 1379 AD seperti tahun yang tertera dalam lingga, jadi semasa dengan Kerajaan Majapahit. Hal ini dapat dihubungkan dengan sisa bahan bangunan masa Kerajaan Majapahit yang banyak terdapat di Trowulan-Mojokerto. (Drs. Goenadi Brahmantyo)

Sumber : Sejarah Kabupaten Sampang,   http://bagianjawatimur.blogspot.com

Responses (2)

  1. Admin yang terhormat boleh tau profil drs geonadi brahmantyo urgent 🙏🙏🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *