Didalam komplek Astra Tinggi yang terdiri dari 4 (empat) ruang / blok, antara lain :
- Ruang/blok 1, terletak di sebelah barat dibagian utara berisi cungkup Pangeran Pulangjiwo ( belakang / utara ), Pangeran Jimat ( didepannya / selatannya ) , Bindara Saud ( disebelah timur cungkup Pangeran Jimat ),
- Ruang/blok 2, terletak di sebelah timur bagian utara berisi cungkup berkubah adalah kuburan Panembahan Sumolo bersama generasinya yang menjadi penguasa di Sumenep,
- Ruang/blok 3, terletak bagian barat dibagian selatan berisi Pendopo Bindara Saud sebagai prasasti tanpa tulis dalam peristiwa Patih Purwonegoro,
- Ruang/blok 4, terletak di sebelah timur bagian selatan yang merupakan halaman utama juga disini terletak pintu gerbang utama untuk pintu masuk ke komplek Astra Tinggi.
Ruang ini yang menghubungkan pada ruang III dan I, dengan melalui pintu gerbang bagian barat, dan menuju pada ruang II, dengan melalui pintu gerbang bagian utara. Pada pintu gerbang bagian utara, dibagian belakangnya ada bangunan berbentuk seperti “warana“ tertulis prasasti tulisan dan bahasa Arab dan Jawa kuno, yang terjemahannya antara lain sebagai berikut :
“Adapun setelah memuji kepada ALLAH SWT atas karunia-Nya dan mengucap syukur atas segala limpahan rahmat-Nya, maka sesungguhnya bagi orang yang berpegang teguh kepada agama ALLAH yakni : Sultan Pakunataningrat, Raja di Negeri Sumenep, apa-apa yang diharapkan dari ayahnya Panembahan Natakusuma semoga ALLAH menyelimuti dengan rahmat-Nya dan semoga ALLAH memasukkan ke surga”.
Sultan Pakunataningrat telah melaksanakan wasiat beliau yang disimpan rapi hingga berakhir kekuasaan beliau dengan membuat sebuah bangunan Kubah baginya, dan agar ayahnya dikuburkan didalam Kubah tersebut.











