Petilasan Arya Wiraraja Memprihatinkan

Petilasan Arya Wiraraja
Petilasan Arya Wiraraja

Untuk itu, Lontar Madura berkunjung ke Lumajang, tepatnya dilokasi Situs Biting, terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, antara lain terdapat petilasan atau kuburan Arya Wiraraja.

Dibanding kemeriahan yang ditonjolkan pada peringatan keberhasilan Arya Wiraraja di Sumenep, justru sangat memprihatinkan ketika menengok dan berziarah di tempat bersemayam terakhirnya. Tidak ada yang menonjol dari makam tokoh ini, bahkan dalam komplek yang dijadikan cagar budaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu, berkumpul dengan makam-makan masyarakat umumnya.

Hal ini sangat berbeda dengan komplek pekuburan Asta Tinggi Sumenep, yang demikian menonjolkan keagungan situs peninggalan raja-raja Sumenep sampai kerabat keluarga dari generasi sampai generasi.

Petilasan Arya Wiraraja sangat sederhana dan cendrung tidak diperhatikan oleh pihak penguasa, baik pada masa kejayaan kerajaan, juga kejayaan para penguasa Sumenep selanjutnya. Hal ini tentu sangat kontras, lantaran jasa besar Arya Wiraraja terhadap perkembangan Sumenep, diperhatikan dan dielu-elukan hanya sampai batas masa jabatan pemerintahanya. (Syaf Anton Wr/Lilik RI)

Response (1)

  1. Saya sebagai lulusan Ilmu Sejarah UM. izin bertanya, apakah dalam penggantian nama Makam Minak Koncar menjadi Makam Arya Wiraradja menggunakan sumber yang memang benar-benar valid? atau kalau kata orang jawa “jarene iki, jarene iku”?. kalau berdasarkan sumber yang saya baca selama masa studi, era Arya Wiraradja adalah abad 13 M dan beragama Hindu oleh karena itu masih memiliki hubungan dengan kerajaan hindu di Jawa serta tidak ada makam karena dilakukan kremasi, sedangkan Minak Koncar beragama Islam dengan dibuktikan batu nisan ala masa kesultanan islam era abad 15-16 M di Makam Minak Koncar di Sukodono, Kab. Lumajang. Jika kita mengedepankan konsep “berpikir historis” seperti yang dijelaskan oleh Sam Wineburg, maka kita bisa melihat kejanggalan tersebut. Sehingga saya beranggapan terjadi pembelokan sejarah karena kebanggaan masyarakat yang berlebih khususnya Masyarakat Madura di Lumajang kepada Arya Wiraradja yang merubah Makam Minak Koncar menjadi Makam Arya Wiraradja tanpa mengedepankan konsep berpikir historis.
    Semoga menambah wawasan sejarah.
    Terima kasih, Salam Jas Merah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.