Pemberontakan Rakyat Secara Terbuka di Prajjan

tentara-jepang
Tentara Jepang

Perubahan drastis yang dilaksanäkan pemerintahan militer Jepang dengan sendirinya menimbulkan kegoncangan dalam tatanan sosial masyarakat. Kesempatan belajar yang terbuka luas untuk seluruh lapisan masyarakat menyebabkan teradinya mobilitas vertikal. Berkat hasil pendidikannya rakyat jelata mampu rnenyaingi priyayi dan sisa-sisa kaum bangsawan dalam segala segi kehidupan. Sebagaimana diketahui golongan terakhir di zaman Belanda berhasil menduduki jabatan administrasi pemerintahan. Kini mereka telah kehiianan landasan pijakannya karena feodalisme sudah tidak diakui orang lagi. Selain dari itu oleh pemerintahan militer Jepang orang-orang Cina, Arab dan India dirosotkan kedudukan sosialnya menjadi sama dengan penduduk pribumi. Dalam undang-undang kewarganegaraan Hindia Belanda sebelumnya mereka dianggap sebagai orang asing timur yang diberi status kelas II, jadi mereka setingkat di bawah orang Belanda yang kelas I tetapi masih di atas golongan prihumi yang kelas III.

Di balik keberhasilan pembinaan mental dan semangat nasional yang tinggi, kesengsaraan rakyat menjadi ciri utama masa penjajahan Jepang di Indonesia. Penderitaan muncul karena segala sesuatunya dikerahkan secara besar-besaran untuk menernjang peperangan. Besi-besi bekas dikumpulkan untuk dilebur menjadi baja guna keperluan industri perang. Ketika besi tua itu habis terangkut, kemudian pagar halaman rumah pun dipaksa dicopot untuk diserahkan pula. Emas intan perhiasan penduduk dirampas dengan alasan untuk menambah biaya perang, walaupun mungkin ini hanya dalih pribadi seorang komandan pasukan setempat.

Begitu pula rakyat Madura dikerahkan melakukan kinruhoshi untuk mengumpulkan umbi lorkong atau iles-iles Amorphophallus variabilis. Konon umbi tadi dimaksudkan untuk bahan pembuat cat pesawat terbang tetapi kemungkinan buat diolah sebagai pengganti konyaku sejenis makanan khas Jepang. Selama masa pendudukannya yng pendek ini Jepang menguras minyak bumi dan karet serta bahan strategis perang Iainnya dari bumi Indonesia. Sebaliknya bahan sandang, suku cadang mesin dan obat-obatan yang sebelumnya selalu didatangkan dar luar negeri tidak dipasok sama sekali. Dapatlah dimengerti jika rakyat jadi berpakaian compang-camping. Banyak orang yang kemudian terpaksa berkain karung goni dan ada anak-anak Madura masuk sekolah bertelanjang hulat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.