Pettong popo bagi orang Madura bukan kekerabatan final. Itu sekedar penanda untuk lebih mudah mengingat. Karena bagi orang Madura “bile reya tada’ popona”
Lontar Madura
Tulisan Tebaru
Mas Mansoer, Penulis, Politikus dan Tokoh Islam
Mas Mansoer dikenal sebagai politikus handal, Dalam perpolitikan ummat Islam, Mas Mansoer juga banyak melakukan gebrakan. Dia juga dikenal sebagai penulis handal
Mendambakan Sumenep Berbudaya Luhur
Mendambakan Sumenep berbudaya luhur adalah merancang pembangunan berbasis jiwa untuk membentuk pikiran dan tindakan terhormat. Itu dilakukan dengan penyatuan visi dan aksi orang-orang yang masih punya idealisme dalam kehidupan, bukan orang-orang yang hanya berpikir pragmatis, apalagi egois
Mendambakan Sumenep Berbudaya
Mendambakan Sumenep berbudaya luhur dilakukan penyatuan visi dan aksi orang-orang idealisme, bukan orang-orang yang hanya berpikir pragmatis, apalagi egois.
Sumenep Tempo Dulu dan Masa Kini
Sejak dinobatkannya Arya Wiraraja, sebagai Adipati Sumenep 1269 sampai 1929 H, Sumenep dipimpin 36 raja. Sedang sejak 1929 sampai sekarang telah dipimpin 16 Bupati.
Panembahan Ronggo Sukowati Pembangun Kota Pamekasan
Panembahan Ronggo Sukowati dikenal sebaqai pembangun Kota Pamekasan. Saat ini makamnya banyak dikunjungi peziarah, teratoma mereka yang sedang berburu jabatan
Merawat dan Melestarikan Bahasa Madura
Dalam penggunaan bahasa Madura, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan oleh penggunanya. Misalnya untuk menyebut orang kedua (kamu/Anda) bisa dibedakan
Pendiri Lumajang; Banyak Wide, Arya Wiraraja atau Menak Koncar
Lumajang dipercaya sebagai Penasehat Kerajaan atau sebagai Bebatangan, yaitu sebuahan sebuah jabatan strategis memberikan nasihat terhadap perkembangan Singasari
Prosesi Hari Jadi Sumenep ke 744, Masyarakat Tak Menikmati?
Pergelaran Prosesi Hari Jadi Sumenep, banyak kalangan menyayangkan, karena pergelaran prosesi tidak banyak dinikmati oleh masyarakat luas
