
Dari Legenda Sampai Sejarah
Salah satu pendukung sejarah dari sebuah daerah, tak lepas dari peran folklor dalam bentuk legenda atau cerita-cerita atau prosa rakyat yang disampaikan dengan lisan, secara turun- menurun, dari generasi ke generasi. Dari cerita ini kerap mempunyai pesan dan bahkan nilai-nilai dan muatan yang terkandung didalamnya seringkali dianggap sebagai “sejarah” kolektif (folk history. Meski penyampaiannya tidak secara teks atau tertulis, maka kisah tersebut kerap mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya.
Namun demikian sebuah cerita atau legenda tidak menutup kemungkinan bisa menjadi dasar dan dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, dengan catatan legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor
Rekonstruksi Pasongsongan yang selama ini masih dianggap “abu-abu” bisa mungkin berangkat dari nilai-nilai ketokohan penduduk setempat seperti Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin yang dikisahkan dalam buku ini bisa menjadi pengantar untuk dilengkapi dan diselanjutnya akan terangkai menjadi sebuah sejarah asal-usul Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Baca: Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin
Yant Kaiy sebagai penulis buku ini tentu telah berusaha merekonstruksi catatan-catatannya dari sejumlah sumber, yang menurutnya untuk mendapatkan literatur yang pasti masih belum mampu memberi jawaban.
Rumah Literasi Sumenep sebagai penerbit, juga ikut mendorong lahirnya buku ini yang kemudian diberi judul “Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin, Menelisik Sejarah Pasongsongan yang Terputus” dengan harapan menjadi manfaat semua pihak, baik bagi masyarakat Pasongsongan sendiri maupun diluarnya, termasuk para pemerhati dan sejarah di tanah air. (Syaf Anton Wr)












Assalamu’alaikum, kak kalau boleh tau apakah bukunya diedarkan/dijual? jika iya di mana bisa mendapatkan bukunya. terima kasih
Maaf, sayang sudah habis