Produk Domestik Regional Bruto
Pertanian sampai saat ini (Data 1993) di seluruh kabupaten di Madura masih memberikan sumbangan yang terbesar dibandingkan dengan sektor yang lain. Namun demikian sumbangan pertanian dari data yang ada tahun 1986 sampai dengan tahun 1993 secara persentase menurun. Sektor perdagangan dari tahun ke tahun naik sumbangannya terhadap PDRB.
Penurunan sumbangan sektor pertanian ini sebenarnya harus diimbangi oleh kenaikan di sektor industri, akan tetapi dalam kenyataannya penurunan ini justru terserap oleh sektor perdagangan. Kurangnya investasi di sektor industri salah satu penyebabnya adalah keterbatasan infrastruktur yang tersedia di Madura. Lebih-lebih lagi hambatan transportasi melalui feri yang tentunya akan menimbulkan biaya bila dibandingkan dengan transport darat.
Oleh karena tidak ada investor yang mau menanamkan modalnya untuk mendirikan industri di Madura. Pertimbangan lokasi pabrik, pasar dan pelabuhan tentu saja akan menjadi pertimbangan yang menentukan lokasi sebuah industri. Industri kecil dan kerajianan rakyat yang ada di Madura masih tidak terlalu banyak namun demikian sudah ada sentra-sentra yang dapat menghasilkan kerajianan dari batu, bambu, tali dan lain sebagainya.
Sektor pertanian lebih mudah dapat menyerap tenaga kerja, karena tidak membutuhkan skil yang terlalu tinggi. Sehingga siapa saja yang hendak masuk dalam sektor ini dapat dengan mudah mendapatkannya. Sektor pertanian juga masih menyerap paling banyak tenaga kerja, di lain pihak sumbangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto semakin menurun, hal ini akan menyebabkan pendapatan perkapita bagi mereka uamg bekerja di sektor pertanian akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan mereka yang bekerja di sektor lain terutama di sektor industri.
Sektor pemerintahan di Madura ini menempati urutan ke tiga dalam sumbangannya terhadap PDRB. Sumbangan empat kabupaten di Madura terhadap PDRB 1993 Jawa timur paling tinggi dicapai oleh Sumenep (2,13%), Kemudian disusul oleh Bangkalan (1,45%), Sampang (1,35%) dan Pamekasan (0,98%). Sedangkan yang terbesar sumbangannya adalah Surabaya (15,27%), Kabupaten Malang (6,33%), Kodya Kediri (5,46%). Daerah penyumbang terbanyak pada PDRB Jawa Timur (Rp. 44.628.850,66 juta harga berlaku) adalah daerah-daerah yang mempunyai industri yang cukup banyak.









