Carok di mata orang Madura tentunya ditafsirkan berdasarkan pengalaman, nilai dan norma yang menyelubungi kehidupan mereka. Dari sudut pandang everyday-defined, orang Madura membezakan antara kes bunuh dan carok
Budaya Madura
Mengenal dan memahami tentang Madura, melestarikan dan mengembangkan budaya Madura sebagai kebanggaan kebudayaan nasional
Carok; Bentuk dan Penyebabnya
Di dalam masyarakat Madura, carok telah mendapat sokongan dan persetujuan sosial, yang bererti masyarakat tidak memandang hina atau salah kepada pelaku carok yang membela maruahnya yang tercemar
Sudut Pandang Pulau Madura
Pulau Madura dibahagikan kepada empat daerah atau kabupaten iaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Selain pulau besar, terdapat 67 lagi pulau-pulau kecil yang lain, di mana 66 buah pulau daripadanya menjadi sebahagian daripada Kabupaten Sumenep
Carok Sebagai Elemen Identiti Manusia Madura
Carok adalah istilah yang berasal dari bahasa Madura yang bermaksud ‘berkelahi’. Tentunya perkelahian dapat ditemukan di mana-mana masyarakat sekalipun
Blater Sebagai Sosok “Kesatria Lokal”
Kalangan blater tidak serta merta akan menuruti himbauan para kyai, jadi sangat tidak mungkin kalau kalangan blater diminta meninggalkan tradisi keblaterannya. Bisa bisa kalangan blater akan membangun kebencian dengan kyai tersebut, dengan mencuri sapi atau barang barang keluarga atau tetangga kyai tersebut sebagai peringatan.
Ke(blater)an: Sebuah Konstruk Lokal yang Tersisa
Blater adalah kontruksi lokal Madura yang secara lirih hendak bersuara minor. Blater adalah komunitas di Madura yang merepresentasikan karakter ekologi Madura
Proses Akulturasi Budaya di Madura
Mempaparkan adanya akulturasi budaya Madura, Cina dan Belanda pada karya arsitektur-interior Keraton Sumenep yang sampai sekarang masih terpelihara secara baik.
Kerapan Sapi Awalnya Untuk Menyebarkan Agama Islam
kerapan sapi sudah ada sejak abad ke 14. Diceritakan Kyai Pratanu jaman dulu memanfaatkan kerapan sapi sebagai sarana untuk penjelasan tentang agama Islam.
Generasi Muda Tonggak Pelestari Budaya Madura
Pemerintah Daerah, masyarakat, dan khususnya generasi muda pelajar saat ini harus menjadi tonggak sebagai pelestari budaya daerah Madura, agar budaya yang telah ada tidak hilang atau punah dan akan terus menjadi kebanggaan bangsa.
