Murkak, tokoh dari Desa Aeng Tongtong Sumenep ini memang cukup dikenal masyarakat sebagai mpu keris. Bagaimana perjalanan hidupnya mengabdi sebagai mpu keris
Tokoh Madura
Sebagai bentuk apresiasi para tokoh dan pejuangan dari Madura, yang banyak memberikan konstribusi terhadap perkembangan di Madura
Patih Mangoendiredja Tewas Mempertahankan Sumenep dari Serangan Inggris
Mangoendiredja adalah Patih Karaton Sungennep pada jaman pemerintahan Panembahan Somala yang bertahta pada tahun 1762-1811. Beliau mangkat tatkala bertugas
Mas Mansoer, Penulis, Politikus dan Tokoh Islam
Mas Mansoer dikenal sebagai politikus handal, Dalam perpolitikan ummat Islam, Mas Mansoer juga banyak melakukan gebrakan. Dia juga dikenal sebagai penulis handal
Panembahan Ronggo Sukowati Pembangun Kota Pamekasan
Panembahan Ronggo Sukowati dikenal sebaqai pembangun Kota Pamekasan. Saat ini makamnya banyak dikunjungi peziarah, teratoma mereka yang sedang berburu jabatan
Dualisme Kepahlawanan Trunojoyo
Siapa tak kenal pahlawan dari Madura, Trunojoyo. Dia dianggap representasi heroisme pulau Garam. Namun nilai kepahlawanannya masih dipertanyakan, sehingga menjadi kontroversi …
KH. Zaini Mun’im Sosok Ulama Pencinta Ilmu
Tokoh NU yang satu ini, KH. Zaini Mun’im, sangat apresiatif terhadap kerukunan antar ummat, dan belian akan marah bila ummat dikotak-kotakan dan dibeda-bedakan. Beliau lebih suka mencari persamaan persamaannya daripada mempertajam perbedaannya.
Daftar Tokoh Madura pada Jaman Kerajaan
Pada Jaman Kerajaan, Tokoh Madura banyak kontrubusinya terhadap pembangunan Madura , baik di wilayah Madura Barat, Madura Tengah maupun Madura Timur. Siapa mereka?
KH. Oesman Mansoer: dari Pejuang sampai Rektor
Sewaktu Jepang masuk Indonesia, dia pulang ke Malang. Sejak itu, mulai aktif di organisasi kepemudaan Ansor. Bahkan, menjadi Ketua GP Ansor Cabang Malang, menjadi Komandan Laskar Sabilillah di Malang pada 1949, dan sempat menjadi tangan kanan KH Masykur, Panglima Sabilillah
Pangeran Katandur, Tokoh Penyebar Islam di Sumenep
Di daerah Sumenep juga ada seorang tokoh penyebaran agama Islam lainnya, yaitu Syayyid Ahmadul Baidhawi atau lebih dikenal dengan nama Pangeran Katandur. Kuburannya terletak di desa Bangkal sebelah timur kota Sumenep dan sampai sekarang lebih dikenal dengan Asta Sabu
