Prof. Dr. Habib Mustopo, seorang pakar sejarah, ketika memberikan pengantar dalam penulisan buku Sejarah Sumenep, mengatakan bahwa : “Sejarah sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan budaya (humaniora) mempunyai posisi strategis. Hal itu dapat dimaklumi karena melalui sejarah, masyarakat mencoba belajar dari pengalaman masa lalunya demi masa kini dan merefleksikannya ke masa depan. Oleh sebab itu, berbicara tentang sejarah, pada hakikatnya juga berbicara tentang pengalaman kolektif yang dapat menjadi sumber inspiratif, pencarian identitas yang pada akhirnya bermuara kepada kesadaran jati diri setelah melalui proses penyadaran primordial-etnik hingga terwujudnya kebanggaan diri sebagai suatu bangsa.”
Dari sini, sejenak kita bisa merenung tentang sikap kita yang seharusnya terhadap sejarah. Sebagai mahluk sosial, kita tidak bisa melepaskan diri dari komunitas atau lingkungan di sekitar kita. Karena mau tidak mau, kita harus ambil bagian di dalamnya. Di sana kemudian dibutuhkan keterampilan dalam berinteraksi, beradaptasi dan berkomunikasi dengan yang ada di kanan, kiri, depan, maupun belakang kita. Begitu pula dengan sejarah. Karena kita juga include di dalamnya, maka keterampilan-keteram pilan yang diperlukan dalam proses sosialisasi dengan unsur-unsur yang ada di sekeliling kita juga diperlu kan dalam menyikapi sejarah. Jadi benang merahnya dengan uraian Habib Mustopo di atas tentang sum ber inspiratif, pencarian identitas, dan kesadaran jati diri, akan terlihat dengan jelas.
Sehingga di sini, yang diperlukan selanjutnya ialah adanya sebuah “dialog”. Dialog dengan sejarah!.
Sampailah jalannya pemikiran, apa yang harus dilakukan generasi kita saat ini dalam menyapa seja rah peradabannya, sejarah asal muasal tumpah darahnya. Jadi tidak semata jangan menghindari sejarah atau jangan meninggalkan sejarah, melain kan berdialog dengan sejarah. Di sinilah kemudian letak sebuah urgensitas penerbitan sebuah buku seja rah. Sebuah buku sejarah yang bersih paling tidak bisa dipertanggung jawabkan secara moral setidak nya pada setiap pembacanya.











