Bagi Marlena usia itu justru sudah menapaki tebing-tebing terjal yang kadang belum terpikirkan oleh yang lain. Tebing-tebing yang membatasi tanah kelahirannya ke arah yang lebih maju. Marlena
Sastra Madura
Sastra Madura sebagai bagian dari peristiwa kebudayaan Madura yang menjadi pegangan hidup orang Madura yang banyak mengandung ajaran kebenaran, kejujuran serta religiusitas orang Madura
Marlena: Dirundung Duka
Marlena masih malas dipembaringan, saat Bruddin, ayah Marlena kembali dari pantai sebagai buruh angkut hasil penangkapan ikan
Menggali Puing-puing Sastra Madura yang Tersisa
Banyak hal yang menjadi penyebab makin runtuhnya kehidupan sastra Madura. Padahal bila diperhatikan, banyak karya-karya sastra Madura baik dalam bentuk sastra lama itu, banyak diminati masyarakat karena banyak terkandung nilai didalamnya
Implementasi Kearifan Lokal Madura
Mengimplementasikan kearifan lokal tersebut pada generasi sekarang. Tampaknya perlu dibangun kembali dengan merevitalisasi budaya lokal (kearifan lokal)
Nilai Filosofis “Abhântal Ombâ’ Asapo’ Angèn”
Masyarakat Madura umumnya bekerja sebagai nelayan dengan mottonya “abhântal ombâ’ asapo’ angèn”.
Peran Kèjhung Paparèghân Etnis Madura di Jember
Kèjhung hidup dalam masyarakat dan berisi banyak peristiwa sosial, pesan-pesan tentang moral serta etika dalam masyarakat, masalah percintaan, kritik kemasyarakatan (kehidupan suami istri dan hubungan muda-mudi),
Puisi Syaf Anton Kepada Madura
Kepada Madura aku akan tetap bertanya,tentang kemuraman wajah-wajah,yang tenggelam di tanah ini,lanjut langkahku menyusuri debu kapur genggam clurit ditangan
Humanis Madura dalam Sastra Lisan
Dalam studi sastra lisan, seni sastra dalam bahasa Madura digolongkan ke dalam studi foklor. Studi semacam mi menarik dilakukan karena foklor merupakan bagian budaya tradisional
Merindukan Masa Keemasan Bahasa Madura
Menurut mereka, tanggungjawab pengembangan bahasa dan sastra Madura ini yang terbesar ada di pundak Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pendidikan serta dinas Pariwisata.
