Bahasa Madura tidak mengalami marginalisasi, tetapi yang ada yaitu tidak adanya kesepahaman antar pemilik dialek. Ketidaksepahaman ini ternyata memunculkan konflik pengkaidahan bahasa Madura,
Sastra Madura
Sastra Madura sebagai bagian dari peristiwa kebudayaan Madura yang menjadi pegangan hidup orang Madura yang banyak mengandung ajaran kebenaran, kejujuran serta religiusitas orang Madura
Madura: Sejarah, Sastra, dan Perempuan Seni
Perempuan seni dalam dimensi patriarki masyarakat Madura, telah menciptakan kelonggaran relasi gender. Seni pertunjukan yang tidak meninggalkan tradisi diasporik masyarakat Madura
Petitah Petitih Bahasa Madura Telah Dilupakan
Akibatnya petitah petitih yang merupakan ajaran-ajaran idealistik tradisional mulai dilupakan. Bahasa Madura yang baik dan benar hanya dipakai di kalangan tertentu, selebihnya bahasa Madura pasaran yang tak jelas lagi kaidahnya.
Kearifan dari Sastra Lisan Madura
Kearifan lokal Madura, khususnya dalam bentuk sastra lisan Madura, pada dasarnya secara alamiah berkembang di tengah masyarakat Madura. Sastra lisan Madura ada sejumlah macam bentuknya
Pelestarian dan Revitalisasi Seni Budaya Etnik Madura
Seni budaya etnik Madura merupakan unsur kebudayaan masyarakat Madura, yang hidup dan berkembang selaras dengan perubahan-perubahan dimasyarakat Madura
Frasa Verbal Bahasa Dalam Madura
Frasa Verbal ialah satuan bahasa yang terbentuk dari dua kata atau lebih dengan Verba sebagai intinya tetapi bentuk ini bukan merupakan Klausa. Frasa Verbal mempunyai inti
Bahasa Madura Sebagai Alat Pemersatu Orang Madura
Rasa memiliki bahasa Madura sebagai alat pemersatu orang-orang Madura dimana pun mereka berada, sebenarnya adalah budaya dasar Madura. Akan tetapi, semakin hari semakin lama
Folklor Kangean: Cerita Bajak Laut
Di kalangan orang tua selalu menceritakan keberadaan lanun, yaitu cerita tentang bajak laut di wilayah Pulau Kangean. Keberadaan mereka berkaitan perompakan
Memaknai Popularitas Anekdot Bahasa Madura
Selain kekonyolan yang sering ditonjolkan, banyak bahasa Madura yang tak sesuai dengan kaidah dan realitas bahasa Madura. Itu banyak kita temui
