Permainan Pesapean Bagian Upacara Minta Hujan

Pada saat ini, permainan Pesapean masih merupakan bagian dari upacara minta hujan di desa Ambunten Tengah dan Tamba Agung Barat. Bahkan permainan tersebut kini telah diorganisir dan diajarkan pula kepada para pemuda dan gadis-gadis dengan gerakan-gerakan yang divariasikan sedemikian rupa, sehingga mengena pada selera masyarakat pada masa kini. Akan tetapi, tujuannya bukan untuk dikomersilkan, hanya maksudnya agar permainan tersebut beserta alat-alatnya tidak terbengkalai dan kelestariannya tetap terjaga. Selanjutnya juga agar permainan ter­sebut tidak hanya setahun sekali muncul di dalam upacara, tetapi dapat juga .dipertunjukkan untuk meramaikan perhelatan, seperti perhelatan perkawinan, khitanan atau remo (upacara peralatan), asalkan saja yang menyelenggarakan harus menyediakan sesajen yang telah ditentukan karena masih dianggap sakral.

Jadi dengan demikian dapatlah disimpulkan, bahwa sampai sekarang penduduk Madura masih dapat menerima, dan bahkan mempelajari permainan tradisional sebagai warisan dari leluhur­nya. Hal ini, karena permainan tersebut dapat mendidik anak-anak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk berperilaku dan bermental baik sesuai dengan norma-norma agama di dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga sebagai generasi penerus tidak saja kaya akan ilmu pengetahuan tetapi didukung pula oleh ilmu agama sebagai pengendali moral.

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  Nilai Budaya Dalam Permainan Rakyat Madura- Jawa timur. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya, 1991. hlm. 52 -60 dari http://jawatimuran.wordpress.com/

 

Artikel bersambung;

  1. Pesapean, Permainan Tradisi Anak Madura
  2. Permainan Pesapean Bagian Upacara Minta Hujan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *