Permainan Pesapean Bagian Upacara Minta Hujan

Upacara yang bersifat religius magis itu melibatkan segala aspek dalam kehidupan para petani dan peternak, karena di dalam­nya berkaitan satu dengan yang lainnya seperti keperluan per­tanian dan peternakan. Dalam pertanian, mereka membutuhkan agar diturunkan hujan sehingga sawah dan ladangnya berhasil di­panen. Begitu pula dalam peternakan, di mana sapi sangat berharga bagi mereka di samping, untuk membajak sawah dan ladang juga dapat menghasilkan. Oleh karena itulah, dalam upacara ini dilibat­kan sapi, sehingga lahirlah permainan pe-sapean.

Pesapean itu sendiri seperti yang telah disebutkan di atas, artinya sapi; akan tetapi bukanlah berarti sapi yang sebenarnya, tetapi berhak seperti sapi. Dalam permainan ini, pemain memakai topeng sapi dan di belakangnya dikendalikan sehingga seolah-olah petani yang sedang membajak ladangnya karena tanahnya gembur oleh hujan yang telah membasahinya. Sapi bagi mereka merupakan bagian dari hidupnya yang mahal. Oleh karena itulah peranan sapi yang digantikan oleh dua orang petani dengan memakai topeng kepala sapi melakukan gerakan-gerakan tiruan sedang membajak ladang. Sapi-sapi tiruan itu dilengkapi dengan perlengkapan se­perti yang telah disebutkan terdahulu, jadi seakan-akan bukan sapi biasa

Sapi yang oleh penduduk desa dianggap penting, karena selain menghasilkan juga dapat digunakan untuk menggarap sawah ladang, karena itu mereka viasualisasikan sapi yang sedang mem­bajak ladang petani dalam bentuk permainan. Dalam mengvisuali- sasikan permainan ini, mereka lakukan dalam bentuk kehidupan petani yang sedang melaksanakan pekeijaannya, selalu bergotong- royong. Hal ini, dapat dilihat dalam menghadapi musim kemarau, penduduk desa secara berembuk memecahkan masalah.

Di sini kehidupan masyarakat desa untuk bergotong-royong masih ter­tanam, karena kehidupan gotong-royong merupakan bagian dari kehidupan para petani yang tidak dapat dipisahkan. Misalnya, ketika musim kemarau yang terlalu lama sehingga mengakibatkan tanahnya menjadi tandus maka mereka berusaha agar desanya dituruni hujan. Untuk itulah mereka berembuk mengadakan upa­cara minta hujan agar oleh Yang Maha Kuasa diberi secepatnya turun hujan.

Permainan Pesapean sudah ada sejak dahulu, karena memang merupakan bagian dari upacara minta hujan yang dalam pelaksa­naannya bersamaan dengan dilakukannya upacara tersebut. Per­mainan ini mempunyai arti yang sangat penting dalam meningkat­kan nilai-nilai budaya, karena di dalamnya terdapat unsur-unsur rasa persatuan, religius magis dan gotong royong yang ditanam dalam kehidupan masyarakat petani. Permainan itu sendiri berasal dari kehidupan para petani dan peternak, yang kesemuanya ter­cermin dalam bentuk permainan.

Bentuk permainan itu sendiri bukanlah merupakan permainan yang kompetitif, tetapi permain­an yang sifatnya hiburan dan di dalamnya terkandung unsur religius magis. Selain dilakukan pada upacara minta hujan juga dapat dilakukan ujituk selamatan lainnya, seperti perkawinan atau pun khitanan. Walau pun demikian unsur religius masih tampak, yakni ketika akan diselenggarakan orang yang mempunyai hajat harus menyediakan sesajen yang diberikan kepada para pemain. Maksudnya agar yang dianggap mempunyai kekuatan magis dapat memberi rahmat kepada para pelaku permainan maupun kepada orang yang sedang melakukan perhelatan tersebut, sehingga para pemain dan para penyelenggara tidak kena amarah dari Yang Kuasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *