Era reformasi pemaksaan kehendak pemerintah tetap akan dipakai dalam mengambil setiap kebijakannya? Apakah relevan, pendekatan keamanan tetap dipertahankan?
Lontar Madura
Tulisan Tebaru
Upacara Adat Pangkak, Tradisi Masyarakat Kangean
Upacara adat pangkak berawal dari sebuah tradisi unik masyarakat Pulau Kangean, yang biasanya diadakan acara panen dengan tujuan sebagai rasa syukur masyarakat
Interaksi Islam Kangean dan Kebudayaan Pendatang
Islam Kangean pada dasarnya merupakan produk akumulasi jaringan interaksi berjenjang mulai dari ajaran Islam dengan…
Legitimasi Subyektif Pemuka Agama Masyarakat Kangean
Perbedaan Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah dan Persis Menurut Orang Kangean.Perbedaan itu tidak selalu bersifat trikotomis melainkan sering antarketiganya terjadi negosiasi dan saling mempraktikkan terutama dalam masalah kematian dan perkawinan
Perbedaan Kebudayaan Kangean dengan Madura
Perbedaan kebudayaan Kangean dengan Madura nampak pada bahasa, asal usul, dan identitas sosial. Bahasa Kangean…
Respon Keyakinan Keagamaan Orang Kangean
Kontekstualisasi Islam Hingga saat ini belum ada informasi yang akurat mengenai sejarah masuk dan berkembangnya…
Tradisi, Ritual dan Keyakinan Beragama Masyarakat Kangean
Asal-usul orang Kangean merupakan campuran orang-orang yang berasal dari Madura, Sapudi-Raas (Podey), Cina, Arab, Banjar, Melayu, Bawean, Jawa, Bali, Bugis-Makassar,dan Mandar.
Bahasa Komunikasi Masyarakat Sapeken
Masyarakat di Kepulauan Sapeken, sehari-hari menggunakan multi bahasa, yaitu bahasa Bajo, Mandar, dan Bugis, serta bahasa Madura. Namun bahasa Madura, cenderung kurang banyak dipahami masyarakat setempat. Dan dalam kondisi tertentu pada akhirnya, bahasa komunikasi yang digunakan, yaitu bahasa Nasional, bahasa Indonesia.
Sekilas Mengenal Pulau Sapeken Kabupaten Sumenep
Ibukota Kecamatan Sapeken adalah Pulau Sapeken. Kecamatan tersebut terdiri dari 33 pulau kecil dan 9 desa. Sebanyak 5 pulau yang tidak terhuni warga.
