Tonggak sejarah Pasongsongan, – kecamatan ini secara administratif masuk wilayah Kabupaten Sumenep, Madura – sangat erat hubungannya dengan keberadaan Syekh Ali Akbar,
Lontar Madura
Tulisan Tebaru
Puisi Syaf Anton Kepada Madura
Kepada Madura aku akan tetap bertanya,tentang kemuraman wajah-wajah,yang tenggelam di tanah ini,lanjut langkahku menyusuri debu kapur genggam clurit ditangan
Asta Buju’ Panaongan, Lahir dari Pasir Hamil
Selain Asta Tinggi, Asta Syeh Yusuf , Asta Gumok dan yang lain, Asta Buju’ Panaongan yang tertelah di Desa Panaongan, Pasongsongan Sumenep juga diminati oleh para penziarah kuburan keramat.
Dari Wangsit Sukardi sampai Gua Sukarno
Sukardi menantu Ceng Rasidi mendapat wangsit untuk bertapa di gua., yang kemudian gua itu dikenal sebagai Gua Sukarno.
Eksotisme Alam Gua Sukarno di Panaongan Sumenep
keberadaan Gua Sukarno sudah ada ratusan tahun yang lalu dengan luas gua sekitar 3000 m2 dengan kadalaman 12 – 17 meter.
Humanis Madura dalam Sastra Lisan
Dalam studi sastra lisan, seni sastra dalam bahasa Madura digolongkan ke dalam studi foklor. Studi semacam mi menarik dilakukan karena foklor merupakan bagian budaya tradisional
Merindukan Masa Keemasan Bahasa Madura
Menurut mereka, tanggungjawab pengembangan bahasa dan sastra Madura ini yang terbesar ada di pundak Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pendidikan serta dinas Pariwisata.
Bahasa dan Sastra Madura Tradisional di Bangkalan Pasca Beroperasinya Suramadu
Menurut sesepuh masyarakat Bangkalan yang menjadi informan penelitian mi, jika empat hingga tiga dekade yang lalu penutur dengan kualitas baik
Kondisi Umum Bahasa Sastra Madura di Bangkalan (Pra Suramadu Diresmikan)
Secara umum, terdapat dua jenis sastra Madura di Bangkalan, yaitu sastra Madura Partikularis dan sastra Madura Populis
