Lima tahun terakhir ada gejala baru di Bondowoso. Puisi Bahasa Madura mendapatkan respon yang cukup dimasyarakat pencinta sastra dan budaya Madura.
Lontar Madura
Tulisan Tebaru
Karakter Masyarakat Madura Dalam Syair-Syair Lagu Daerah Madura
Gambaran jati diri ini didapat dari hasil kajian pustaka terhadap salah satu buku kumpulan syair lagu daerah Madura yang telah diterbitkan oleh Lembaga Pelestarian Kesenian Madura
Kesenian di Madura: Erat dengan Konteks Historis dan Kebudayaan
Hélène Bouvier meneliti mengenai kesenian di Madura, lebih tepatnya di Kabupaten Sumenep. Sebagai kabupaten di ujung pulau Madura, Sumenep berbagai karakteristik yang sama dengan tiga kabupaten lainnya di pulau Madura.
Oemar Sastrodiwirjo, Sang Guru yang Perhatian Terhadap Budaya Madura
Sejak masih muda, Oemar Sastrodiwirjo sangat menggemari dan apresiatif terhadap budaya Madura, seperti gamelan, tembang macapat dan juga musik serta lainnya
Kyai Haji Bahaudin Mudhary, Ahli Metafisika
K.H. Bahaudin Mudhary menguasai sejumlah bahasa asing antara lain Bahasa Arab, Jepang, Jerman, Perancis, dan Belanda. Penguasaan bahasa ini cukup membantu dalam mengakses berbagai versi Bibel.
Chandra Hassan Pejuang Pantang Menyerah
Letnan Kolonel Chandra Hassan mengundang Dewan Pertahanan Daerah bersidang di Manding. Dalam rapat tersebut ia mengemukakan bahwa Resimen tidak dapat lagi mempertahankan daerah Madura
Sultan Abdurrahman Politikus yang Cerdik
Sejarah tak pernah bercerita bahwa gelar sultan yang melekat pada diri Sultan Abdurrahman merupakan gelar resmi yang diberikan Syarif Husein serta dilegalisasi Turki Usmani
Pangeran Madura itu Raden Trunajaya (2)
Pasukan Raden Trunajaya yang bercokol di Kediri masih menguasai kawasan bang wetan (pesisir timur). Lebih dari itu, Amangkurat II yang bertahta tanpa istana
Pangeran Madura itu Raden Trunajaya (1)
Pasukan Raden Trunajaya yang bercokol di Kediri masih menguasai kawasan bang wetan (pesisir timur). Lebih dari itu, Amangkurat II yang bertahta tanpa istana
