Akhirnya Bindara Bungso berangkat ke Batu Ampar ditemani oleh 4 orang santrinya. Sesampai di Batu Ampar, beliau langsung menjalankan perintah gurunya yaitu menyiarkan agama islam dan menjadi dukun. Dari inilah kemudian Bindara Bungso dikenal oleh sebagian besar masyarakat Batu Ampar khususnya dan masyarakat luar umumnya.
Salah satu obyek wisata Ziarah di Kabupaten Sumenep yang banyak dikenal oleh kalangan luas, salah satunya adalah obyek wisata ziarah Batu Ampar. Namun dalam perkembangannya, obyek wisata ini dari tahun-ke tahun tidak banyak mengalami perobahan/ perkembangan. Sarana dan prasarana yang ada nampak tidak banyak mengalami perkembangan.
Sebagai wujud kepedulian pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep, akhir-akhir ini perhatiannya sudah mulai dirasakan. Salah satunya adalah pembangunan kubah makam.
Sebagai obyek wisata Ziarah, Batu Ampar seharusya lebih bisa dikembangkan lagi, mengingat obyek ini adalah merupakan salah satu ikon kuat Kabupaten Sumenep.
Untuk lebih bisa menarik perhatian pengunjung, pembangunan yang perlu diprioritaskan adalah pembangunan obyek itu sendiri, mulai dari tampak dari depan, pintu masuk sampai pada akhirnya ke arah kuburan itu sendiri, karena obyek ini mempunyai dua bagian yang terpisah, yang satu adalah mesjid (sebagai pintu masuk) dan yang kedua adalah komplek makam. Jadi jelas bahwa mesjid sebagai pintu masuk harus mendapat prioritas utama untuk bisa dikembangkan yang dalam hal ini adalah pagar beserta gapura pintu masuk ke arah mesjid.
Selain pengembangan pagar mesjid, yang tidak kalah pentingnya ada sarana promosi seperti tanda petunjuk arah. Adapun peletakan denah atau petunjuk arah dapat diletakkan di pintu masuk Kabupaten Sumenep atau di terminal-terminal yang penting dapat dibaca atau dilihat oleh orang banyak karena hal itu berfungsi sebagai iklan.









