Ainur Rahman Hidayat Carok oleh masyarakat Madura dianggap semata-mata sebagai urusan lakilaki, bukan urusan perempuan….
Tradisi Madura
Tradisi Madura merupakan nilai yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Madura, yang selama ini menjadi titik tolak dalam pola hidup dan kebanggaan masyarakat Madura
Tradisi Carok Sebagai Substansi yang Relasionalistik
Ainur Rahman Hidayat Rumusan masalah yang menjadi mainstream dalam tulisan ini adalah “Apakah tradisi carok…
Tradisi Blater Tak Bisa Ditinggalkan
Tradisi blater tak bisa ditinggalkan, baik oleh desakkan negara maupun agama. Kasus petrus yang menimpa tokoh tokoh blater seperti H Suud dan saudaranya juga menjadi korban tak menuyurutkan langkah orang orang Madura. Menurut penuturan Ridwan, banyak sekali kalangan blater yang mengalami nasib seperti Suud, walau ia tak bisa menyebutkan namanya satu per satu.
Keaneragaman Seni Tradisi Madura
Kekayaan seni tradisional Madura yang berisi nilai-nilai luhur berlandaskan nilai religius Islami seharusnya diperkenalkan kepada generasi warisan bangsa.
Topeng Dalang Madura, Teater Rakyat Paling Populer
Ciri khas dan unik dari topeng dalang Madura adalah dipakainya ghungseng dipergelangan kaki penari. Pemakaian gungseng tersebut bukan hanya sekedar hiasan,
Sandhur Pantel: Pembuka Pintu Langit
Upacara ritual Sandhur Pantel berkaitan dengan prosesi perjalanan hidup manusia era millenium ini masih banyak dilakukan masyarakat, terutama masyarakat tradisional.
Topeng Gethak Tari Pembuka Ludruk Sandur
Tari Topeng Getak awalnya bernama Tari Klonoan. Tarian ini menggambarkan tokoh Prabu Bolodewo dalam lakon Topeng Dhalang Madura yang ditiru oleh masyarakat awam.
Upacara Adat Pangkak, Tradisi Masyarakat Kangean
Upacara adat pangkak berawal dari sebuah tradisi unik masyarakat Pulau Kangean, yang biasanya diadakan acara panen dengan tujuan sebagai rasa syukur masyarakat
Tradisi, Ritual dan Keyakinan Beragama Masyarakat Kangean
Asal-usul orang Kangean merupakan campuran orang-orang yang berasal dari Madura, Sapudi-Raas (Podey), Cina, Arab, Banjar, Melayu, Bawean, Jawa, Bali, Bugis-Makassar,dan Mandar.
